Jumat, 29 Oktober 2010

My Never ENding Story Part 5: -TEKIM ITU SEMPIT-



Siapa pun tahu kalau tekim itu memang sempit dan sangat minim fasilitas. Namun dalam tulisan kali ini bukan konteks itu yang akan aku bicarakan. Jika part yang lalu aku bicara tentang cinta, di sini aku akan membeberkan kisah cinta di tekim yang begitu amat "sempit".

Mengapa aku mengatakan sempit? Sebenarnya ide membuat tulisan ini bermula kala temanku membuat status di FB yang cukup menarik. Dia memakai kata "sempit" untuk menjelaskan banyaknya pasangan "duo tekim" di kampus. "Duo tekim" maksudnya si cowok kuliah di tekim, si cewek juga kuliah di tekim. Kadang sama-sama satu angkatan, ada juga yang beda angkatan. Entah sudah berapa pasangan yang ada di tekim. Di angkatanku saja sudah ada: Rina-Davin, Praba-Fitra, Anky-Pongki, Prita-Mammeg, Asih-Ucok, Indra-Bayu (entah mungkin ada lagi, aku lupa). Ada juga beberapa pasangan beda angkatan (aku malas menyebutkan satu-satu, terlalu banyak). Selain itu tak kadang pula ada yang sekadar suka alias naksir teman angkatan atau kakak angkatan (tak etis menyebutkan siapa saja. hehehe... ini rahasia).

Undip sebenarnya sangat luas. Berbagai fakultas ada di sana. Namun entah mengapa hanya di tekim saja cinta begitu terasa sempit. Jarang ada mahasiswa di tekim yang melalang buana sampai ke jurusan atau fakultas lain untuk mencari cinta. Ujung-ujungnya selalu dapat teman seangkatan di tekim atau paling banter dapat kakak angkatan. Aku menganalisa ada beberapa faktor penyebab mengapa kisah cinta komunitas kami begitu sempit.

FAKTOR PERTAMA
: kami mahasiswa yang terlalu disibukkan oleh tugas dan laporan. Tak bisa dipungkiri sepertinya waktu kami lebih banyak terbuang pada praktikum dan menyalin laporan. Saking gandrungnya pada laporan, beberapa mahasiswa memanfaatkan sedikit waktu luangnya untuk membuat proposal praktikum (tentu aku tak termasuk di dalamnya). Mungkin faktor ini yang menyebabkan anak tekim sangat kurang pergaulan dengan dunia luar tekim.

FAKTOR KEDUA
: kekerabatan anak tekim begitu erat. Mahasiswa di tekim sudah seperti keluarga sendiri. Suka duka sejak menjadi awal mahasiswa baru sampai sekarang masih kami rasakan. Masih lekat di ingatan aku begitu banyak tugas yang kami kerjakan bersama, begitu banyak acara yang kami lakukan bersama, banyak peluh dan air mata kami keluarkan bersama, banyak tawa kami lewatkan bersama, dan masih banyak kenangan yang lain (tidak mungkin aku sebutkan satu-satu, nanti malah jadi nostalgia). Dari keakraban dan eratnya persahabatan kami itu lah mungkin kemudian tumbuh benih-benih cinta yang tak dapat ditolak. "Friendship" yang sangat erat, lama-kelamaan berubah menjadi "care" yang begitu dalam, lalu ujung-ujungnya rasa "care" tadi tiba-tiba tanpa disadari berubah menjadi "love". Maka soundtrack yang cocok untuk kondisi ini adalah "Sahabat Jadi Cinta" (dipopulerkan oleh Zigaz).

FAKTOR KETIGA: males nyari yang jauh-jauh.. hahahaha.. Mungkin ini alasan yang paling masuk akal. Jangankan mahasiswa, dosen-dosen tekim pun kebanyakan juga mendapat jodoh di kampus sendiri og.. (ga harus disebutin namanya juga kan?? *saya takut). Walau mungkin kaum adam dan hawa di tekim itu ga "kinclong-kinclong" amat, namun kadang pesona di "rumah sendiri" justru lebih menarik ketimbang harus nyari di tempat lain. Kalau yang di dalam tekim aja udah lumayan, ngapain nyari ampe keluar segala.. Toh lebih dekat lebih enak. Selalu bersama, selalu bertemu, tak ada hari yang tak dilewatkan bersama.. (ALAY sumpah!! padahal kalo ketemu terus bosen juga.... wakakakakakak).

Akhir kata, cinta memang datang tiba-tiba. Dia ga pandang bulu siapa aja bisa kena. Seluas-luasnya Undip, cinta mungkin akan banyak bersemi di tekim. Para kumbang lebih suka mencari bunga di taman sendiri daripada di taman orang lain :D
Buat para pasangan tekim, saya doakan kalian langgeng. Awet ampe lulus, ampe kerja, ampe tua. Kalian akan jadi pasangan suami-istri!!! AMIIINNNN...

Jumat, 15 Oktober 2010

Seklumit Kisah Perjalanan Magelang-Semarang di Malam Hari

Ketika penat membebani hidup, ketika otak sudah sangat jenuh sejenuh larutan tawas di praktikum kristalisasi, ketika lidah ini sudah bosan dengan masakan daerah Tembalang dan sekitarnya, ketika rindu akan kupat tahu tak tertahankan, dan ketika uang di dompet tinggal tiga puluh ribu rupiah; maka jalan satu-satunya untuk keluar dari segala masalah tadi adalah pulang ke rumah. Kemarin saya berhasil mewujudkan mimpi untuk pulang di hari Jumat meski sudah sangat sore bagi saya. Belum lagi ada beban laporan dan tugas manajemen industri di pundak saya (yang terpaksa saya bawa ke rumah). Namun saya tak peduli akan semua rintangan tadi. Keinginan yang begitu dalam untuk makan kupat tahu pak Larto dan soto Pak Trimo menyulut semangat saya untuk melangkah hari itu.

Pukul 16.00 saya masih di kampus mengikuti kuliah Teknologi Separasi 3 (sepanjang kuliah saya mengutuk adanya perkuliahan jam segitu). Saya tak benar-benar memperhatikan apa yang diajarkan kemarin. Pikiran ini melayang ke luar, melihat kalau-kalau hujan, mendung apa tidak, khawatir tidak dapat bis, dan lain-lain (pokoknya yang berhubungan dengan perjalanan pulang saya). Akhirnya kuliah selesai pukul 17.30. Saya kebetulan yang sehari sebelumnya sudah meminta tolong pada kawan saya, Risa, untuk mengantarkan saya sampai Sukun. Namun sebelum ke Sukun kami sempatkan diri mengcopy tugas man ind dan singgah sebentar di kost Mammeg untuk mengambil laporan (laporan kelompoknya Risa). Tak terasa malam ternyata hampir menjelang. Saya dan Risa menuju Sukun dengan kondisi jalan yang agak minim. Ketika sudah sampai Sukun saya mencari-cari wajah bapak saya. Agak susah mencari beliau karena beliau agak gelap (hahahahaha..). Akhirnya saya bisa juga menemukan sosok bapak saya di tengah ramainya orang Sukun saat itu (ga rame-rame amat juga sih.. biar kelihatan bombastis aja). Saya tak lupa mengucapkan terima kasih pada Risa yang telah mengantarkan saya sampai Sukun dengan selamat (saya sempat khawatir kalau Risa tidak bisa pulang ke kost karena tidak tahu jalan. kasihan kan... hikz..).


Menit berikutnya saya lewatkan dengan menunggu bis bersama bapak saya. Kebanyakan yang lewat adalah bis jurusan Solo. Perut saya sudah sangat keroncongan dan badan saya begitu lelah saat itu. Sempat ada bis jurusan Yogya lewat tapi ternyata penuh dan harus berdiri. Bapak saya menolak untuk naik itu (mungkin karena beliau sudah tua, tidak kuat kalau harus berdiri sepanjang jalan. hehehehe). Menit demi menit berlalau, berbagai aktivitas geje saya lakukan (menguap, puter-puter badan, garuk-garuk kepala, sms teman, sampai sesekali mengeluh lapar), akhirnya ada bis yang lewat juga. Sayangnya bis yang lewat jurusan Wonosobo. Kalau naik itu saya mana bisa turun Magelang, harus turun Secang. Namun saya menuruti saran bapak saya untuk naik bis itu daripada tidak dapat bis sama sekali (kalau bis ini tidak penuh sesak, masih bisa duduk.. Pantas bapak saya mau..hahahahaha). Kondisi dalam bis di malam hari sangat tidak menyenangkan. Bau rokok, wajah-wajah penumpang dengan tampang lusuh (kecuali saya), dan hawanya sangat dingin. Namun tak apalah, daipada kagak pulang sama sekali. Saya mencoba untuk memejamkan mata selama di bis namun ternyata hal itu sangat susah. Perut saya yang begitu lapar membuat saya susah untuk merem. Maka saya memilih untuk menikmati keindahan malam saat itu (walau sebenarnya tidak indah-indah juga sih..).


Rasa jengkel saya sempat muncul saat bis itu "singgah" di Bawen. Bis itu lama sekali ngetem. Kemudian banyak pedangang asongan masuk yang semuanya menawarkan menu yang sama: tahu asin, mizone, aqua dingin. Kepala saya puyeng melihat mereka, belum lagi kemudian ketambahan pengamen yang begitu geje dalam bernyanyi. Saya tambah shock ketika mbak-mbak sebelah saya bilang: ini kalau ngetem di Bawen bisa sampai satu jam. Apa???? What the hell!!! Suwi tenan.. Bapak saya kemudian memilih untuk turun di situ dan menunggu bis jurusan Yogya saja (kebetulan sebelumnya saya dapat sms kalo mitha sudah naik bis jurusan Purwokerto). Saya kembali melakukan aksi menguap sambil garuk kepala saat menunggu bis lagi. Mulut ini rasanya ingin dimasuki suatu makanan, apalagi di belakang saya ada yang jualan gorengan (pengin beli sebenarnya, tapi saya kemudian ingat kalau itu tidak sehat!!! *SOK). Tak perlu berjam-jam untuk menunggu bis karena ternyata beberapa menit kemudian datanglah bis Tri Sakti jurusan Yogya. Bukan itu saja, ternyata bisnya juga tidak penuh jadi bisa duduk.


Akhirnya saya bisa menikmati perjalanan pulang saya degan nyaman. Sempat ada pengamen datang sebelum bisnya berangkat. Awalnya saya tidak begitu ngeh ama yang nyanyi (la suarane jelek, lagune jelek, dan tidak begitu tampan..hehhe), tapi pas liat yang maen tabuhan saya jadi rada melek. Mas-mas yang maen tabuhan begitu manis dengan senyumnya yang lebar (tekim kayake butuh cowok tipe begituan biar ada kesejukan). Kulit agak putih dan wajahnya sangat tidak cocok untuk ukuran pengamen (mungkin jadi artis sinetron bisa tuh..). Tak lupa saya memberi pengamen tadi duit apalagi yang narikin duit mas-mas yang manis tadi..hahahahaha.. Adegan selanjutnya adalah saya bobok di bis.......... Zzzz... Zzz...


Pukul 20.00 lebih saya dan bapak saya sampai di Terminal Tidar. Mata saya sudah 5 watt, cacing-cacing di perut mulai merengek minta makan. Kami menuju tempat penitipan motor. Lalu perjalanan ke rumah dilewati dengan hawa yang amat sangat dingin. Dua minggu tak bersua Magelang ternyata masih sama seperti dulu. Adheeeemmm.... Kadang bikin perut mules juga. Sampai di rumah saya langsung cuci tangan terus langsung ambil nasi dan menyantap ayam goreng yang sudah ada (sebenarnya pengin kupat tahu, tapi katanya pak Larto tutup..huhuhu). Saya makan dengan amat rakusnya karena lapar. Setelah selesai makan saya langsung mandi. Aktivitas setelah mandi adalah langsung menghempaskan tubuh di kasur sambil mendengarkan lagu di kuping saya (ampe pagi lupa dimatiin lagi..hohohoho). Intinya malam itu saya sangat lelah..............


Well, ada beberapa hal yang bisa saya ambil dari perjalanan Semarang-Magelang tadi malam:
*ternyata pedangang asongan dan pangamen tak berhenti kerja ampe malam.. Meski menu yang ditawarkan dari pagi ampe malam sama (tahu asin, mizone, aqua dingin), meski lagu yang dinyanyiin dari pagi ampe malam sama; mereka tak pernah lelah bekerja. Wajah kucel mereka sebenarnya menunjukkan betapa lelah mereka. Namun mereka seolah tetap bersemangat kerja ampe malam
*perjalanan yang begitu melelahkan itu nampaknya sudah sangat biasa buat bapak saya. Aktivitas bapak saya setelah sampai di rumah: mandi, makan, baca koran (sempet-sempet e baca koran, saya saja langsung bobok). Saya baru sadar bapak saya kuat melakukan perjalanan seperti itu setiap hari... MY GREAT DADDY... Ayah juara satu di seluruh dunia deh,....
*saya ga mau lagi deh pulang sore-sore kayak gitu. Ga bisa ngebayangin kalo pulang sendiri.... Lelah ditanggung sendiri...
*saya benci ada kuliah Teknologi Separasi 3 jam 4 sore!!!!!!


Thanks for reading my story... hahahahahahaha
happy holiday all................

My Never Ending Story Part 4: -You wanna know about love?-

Akhir-akhir ini aku sering curhat dengan seorang kawan yang aku sebut dengan nama "pak pendeta". Bukan tanpa alasan aku menyebutnya seperti itu. Setidaknya belakangan ini dialah yang paling tahu masalah terbesarku. Dialah yang selalu mendengar (baca membaca via sms) segala umpatan dan misuh-misuhku minggu-minggu ini. Wajar pula kalau aku menganggapnya pemberi saran sangat yang baik. Meski dari luar terlihat begitu "biasa" dan sangat "tak bijaksana", namun ternyata aku menemukan sisi ke"pendetaan" pada dirinya. Bahkan tak kadang dia selalu menyelipkan ayat-ayat di Alkitab saat memberi advice padaku (bisa-bisanya dia hapal.. aku saja tidak hapal...). Setidaknya 2 minggu ini aku selalu misuh-misuh padanya. Biasanya aku mengawali sesi curhat dengan kata-kata: "gek turah pulsa ga??". Maka dengan begitu baiknya dia kemudian membalas segala curhatan gejeku hingga akhirnya aku puas dengan segala jawabannya.


Tadi malam aku memulai curhat dengan masalah "klasik" saya minggu ini. Dia bahkan tahu kalau aku akan bercerita tentang "a problem with my great man". Panjang lebar aku cerita, dia selalu menjawab dengan bijak (kadang aku berpikir mengapa bocah seumur dia bisa sebijak itu). Di akhir sesi curhat, aku memilih untuk melakukan apa yang dia sarankan (meski sampai detik ini pun tak membuahkan hasil..hiks..). Namun sebelum menyudahi sesi curhat malam itu, entah kenapa ujung-ujungnya kami malah bicara masalah pacar. Hingga kemudian aku menyadari bahwa kami adalah species yang "sejenis". Kami bukanlah orang yang suka mencari "cinta" namun "menanti". Kami sama-sama percaya kalau cinta itu akan datang dengan sendirinya, jadi tidak perlu dicari. Berawal dari obrolan geje di akhir seesi curhat itulah, kata-kata ini dibuat...



God gives a love for each person,
you're gonna miss it or not..
up to you
Love is a gift from God
Love is one thing that can make you feel everything
You can find a peace on love
You can find a happiness on love
But you can find a sadness too
Someday maybe you get a broken heart
But it's not the end of love..
Love = give without get
I just believe that a true love will come to me someday
I'm not gonna look for it,
because I've found it
Love is all we need :)





Tulisan ini aku dedikasikan untuk "pak pendeta" yang selalu bijak terhadap semua masalah-masalahku. Thanks for all your advices.. You're like my brother....



Jumat, 01 Oktober 2010

My Never Ending Story -Part 3: UNTITLED-

Lagi geje......
Bingung mo ngapain
Bingung mo nulis apa....
Bengong doang di rumah.....


Mo nyicil proposal males...
Mo belajar Scilab males....
Mo maem siang tapi masakan lagi dalam proses...
Mo bobok kok udah bosen....


Maka hanya sedikit kata ini yang tertuang,
sedikit ide yang terlintas
daripada kagak ditulis ntar ilang
mending ditulis sekarang walau geje





*Ketika kamu sering jatuh dalam hidupmu, maka dari situlah kamu belajar rasa sakit
*Ketika kamu merasa Tuhan terlalu sering memberi cobaan padamu, maka dari situlah kamu akan tahu betapa Dia ingin mengajarkanmu untuk menjadi orang yang lebih kuat
*Ketika Tuhan belum menjawab "ya" atas semua doamu, maka dari situlah kamu akan belajar untuk bersabar
*Ketika kamu merasa tak ada satu orang pun mau mendengar ceritamu, maka ingatlah Tuhan akan selalu ada untukmu
*Ketika kamu kesal tak ada satu orang pun menghargai jerih payahmu, maka dari situlah kamu belajar ikhlas
*Janganlah berharap semua orang bisa mengerti kamu sebelum kamu belajar untuk memahami orang lain
*Janganlah berduka ketika cintamu pada seseorang tak terbalaskan. Patah hati adalah hal biasa. Justru dari patah hati itulah kamu belajar apa arti sesungguhnya dari kasih: selalu memberi meski tak diberi
*Percayalah kalau setiap orang telah dibuatkan skenario hidup masing-masing oleh Tuhan. Jangan pernah iri melihat kondisi orang lain. God knows what the best for you more than you know..
*Jangan jadikan kegagalanmu sebagai musibahmu, namun buatlah kegagalanmu sebagai anugerah dari Tuhan agar kau bisa bangkit lagi. Remember: Tuhan tak akan membiarkan kamu jatuh sampai tergeletak
*Jangan pernah terbesit di pikiranmu kalau Tuhan begitu jahat kepadamu dengan memberimu berbagai cobaan yang mungkin sangat sulit kau lalui. Ada lagu berlirik: Tuhanmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti. Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu
*Last: ketika kamu merasa menjadi orang paling lemah di dunia, ingatlah bahwa justru melalui segala kekurangan dan kelemahanmulah Tuhan akan menunjukkan kebesaranNya kepada manusia. God made you so weak to show how much strong God is! (bener ga yo?? mbuh lah..hahaha)






Ternyata masakan untuk maem siang sudah siap...
Inilah ending dari tulisan ini
Maaf kalau geje luar biasa
Semoga berguna.....

....Antara Bus Patas AC dan Bus Ekonomi.......

Cerita berawal dari hari Minggu, 4 Juli 2010. Saya saat itu harus balik ke Semarang lantaran alasan yang tak bisa dibantahkan, yaitu mau ujian. Berangkat dari rumah sekitar jam sembilan an. Sampai di terminal sekitar jam sembilan lebih dikit. Saat itu saya diantar bapak saya dan saya agak emosi juga kenapa bisnya lama amat datangnya. Akhirnya sekitar jam setengah sepuluh dari nun jauh di sana kelihatan bis jurusan semarang akan lewat.
----namun setelah dilihat lebih jelas dengan kacamata baru saya (*pamer*), ternyata itu bukanlah bis yang biasa saya naiki (*baca: bus patas AC >>>mahal!!!!)-------

tapi entah kenapa bapak saya menyuruh saya naik bis itu aja dan memberi tambahan duit sepuluh ribu buat ongkos sesaat sebelum naik (*bapak saya baik banget....*). dan situlah segalanya berawal....


Saat pertama kali menjejakkan kaki di bis patas, ada feeling different di sana. Muka-muka penumpangnya pada eksklusif abis dengan hampir semua kuping mereka pake headset. Tak ada wajah bersahabat dan keliatan cuek (*pokoke saya benget!!!*). Lalu saya nyari-nyari tempat duduk dan akhirnya dapat di belakang sendiri.


Menit demi menit saya jalani kemudian saya ambil kesimpulan ga mau lagi naik bis patas AC >>> atis tenan, bikin kebelet pipis!!! tiba-tiba ada suara mengejutkan saya: turun mana mbak? lalu saya menoleh ke sebelah saya (*baru nyadar sebelah saya mas2..tapi enak aja manggil saya mbak. kayake tua dia deh*) dan menjawab seadanya: turun sukun, mas....


----lalu kemudian mas itu mulai ngoceh terus...tanya2 saya kuliah di mana, ambil apa, semester berapa, bla..bla..bla... hingga kemudian saya tahu kalo mas2 sebelah saya tuh ternyata wartawan (*saya ga tanya, dia aja yang kebanyakan ngoceh*). obrolan berlanjut hingga piala dunia dan ternyata kami sama-sama habis kecewa gara Argentina dikalahin Jerman. nah, mulai obrolan itu saya jadi rada semangat -------


----dan tiba-tiba ketika sudah mulai hilang bahan pembicaraan, mas tadi nawarin headset nya buat ndengerin lagu bareng (*busyet..ni mas sok akrab amat...tapi setelah dipikir-pikir ga ada salahnya juga*). ternyata lagu-lagune mas e ga jelek2 amat. seleranya grup band macam queen, scorpion, green day... saya nikmati sajalah-------


dua jam berlalu, kota Semarang telah menanti kedatangan saya. Saya turun duluan daripada mas e dan mengucapkan makasih buat headsetnya.


***lalu saya baru sadar dari tadi saya dan dia ngoceh tanpa tahu nama kami masing-masing...tapi saya anggap itu hal biasa...ga perlu kenal juga kan...cuma temen ngobrol 2 jam menuju Semarang***



Ternyata kisah berlanjut......

Kamis, 15 Juli 2010 (pas ultahnya Piyu Padi----happy birthday Piyu) saya memutuskan kembali ke kota asal saya, Magelang, setelah sehari sebelumnya ujian berakhir. Saya berangkat udah pagi banget namun apa yang saya dapat??? Bis ekonomi jurusan yogya kagak ada yang lewat. Justru patas Nusantara banyak yang lewat (*dan saya ga mau naik. alasan klasik: mahal plus atis).


Setelah lama menunggu akhirnya bis ekonomi datang juga. tapi entah kenapa saya naik bis yang benar-benar ekonomi --- sudah sangat tua dan suara mesinnya berisik minta ampun----


De javu.... ketika tiba-tiba ada suara mengagetkan saya lagi: eh jejer lagi... lalu saya menoleh dengan tampang rada bego dan bingung. suara sebelah saya berkata lagi: dulu kita pernah sebelahan naik patas (*sambil tersenyum sok akrab*). kemudian memori di otak ini mulai berputar kembali... dan akhirnya saya ingat juga siapa sebelah saya ini.. tak lain tak bukan ya mas yang di bis batas yang ga bisa berhenti ngoceh itu.


----kembali dia ngoceh sepanjang jalan... hingga akhirnya saya tahu siapa namanya (*dia duluan yang nyebut, saya si ga peduli namanya siapa*). dia ngajak ngomong hal-hal yang bermutu kayak film, novel, musik, bola. mungkin karena dia wartawan, jadi obrolannya ya bermutu. tiada tanda-tanda laki-laki genit pada dirinya. hanya emang suka ngoceh tuh orang, mungkin sebagai pelepas kejenuhan di perjalanan. saya bisa simpulkan: mas tadi orangnya baik dan sopan plus ramah----


Akhirnya saya sampai juga di kota Magelang tercinta setelah melewati perjalanan yang begitu lama karena ada kemacetan di daerah Banaran (gara-gara ada trailer njungkal). tak lupa sebelum turun saya pamitan ama mas itu. dan kata-kata terakhir muncul dari bibirnya: See you on the next our bus!! (*lagi-lagi sambil senyum*). dan saya hanya membalas dengan senyum meringis (*dalam hati bilang: sumpah ya ni orang pede banget!!!)



----finally...i don't understand what's the meaning of my story...saya merasa ini hanya kebetulan, walau ada yang ngotot juga bilang ini bukan kebetulan------

Kamis, 16 September 2010

PROSES PEMBUATAN PLASTIK DENGAN INJECTION MOLDING MACHINE

Setiap jenis dan material plastik memengaruhi proses pembuatan dan teknologi yang dipakai dalam pembuatan plastik. Misal untuk membuat part-part elektronik seperti casing handphone, gear pada printer, gelas plastik, dan benda sejenisnya digunakan mesin injection, untuk membentuk sol sepatu digunakan press rubber, sedangkan untuk membuat botol digunakan blow mold type injection. Kali ini kita akan lebih dalam mengenal proses pembuatan plastik melalui teknologi injection serta komponen-komponen yang ada pada injection machine.


Teknologi pembuatan plastik mulai dikembangkan pada tahun 1800-an. Kemudian pada tahun 1868 John Wesley Hyatt membuat billiard ball dengan menginjeksikan celluloid ke dalam mold. John dan Isaiah Hyatt mematenkan injection machine molding untuk pertama kalinya pada tahun 1872. Injection molding adalah metode pemrosesan material termoplastik yang mana material yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air kemudian material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari cetakan. Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) yang mana dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidrolik yang tertanam dalam rumah cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.


Secara garis besar pada injection machine terbagi menjadi 3 bagian:
1. Clamping Unit
Clamping unit berfungsi untuk memegang dan mengatur gerakan dari mold unit serta gerakan ejector saat melepas benda dari molding unit. Pada clamping unit lah kita bisa mengatur berapa panjang gerakan molding saat dibuka dan berapa panjang ejector harus bergerak. Ada 2 macam clamping unit yang dipakai pada umumnya, yaitu toggle clamp dan hidrolik clamp.
2. Molding Unit
Molding unit sebenarnya adalah bagian lain dari plastic injection machine. Molding unit adalah bagian yang membentuk benda yang dibuat, Secara garis besar molding unit memiliki 2 bagian utama yaitu bagian cavity dan core. Bagian cavity adalah bagian cetakan yang berhubungan dengan nozzle pada mesin, sedangkan bagian core adalah bagian yang berhubungan dengan ejector.
3. Injection Unit
Bagian-bagian dari injection unit adalah:
a. Motor dan transmission gear unit
Bagian ini berfungsi untuk menghasilkan daya yang digunakan untuk memutar screw pada barrel, sedangkan transmisi unit berfungsi untuk memindahkan daya dari putaran motor ke dalam screw. Selain itu transmission unit juga berfungsi untuk mengatur tenaga yang disalurkan sehingga tidak pembebanan yang terlalu besar.
b. Cylinder screw ram
Bagian ini berfungsi untuk mempermudah gerakan screw dengan menggunakan momen enersia sekaligus menjaga perputaran screw tetap konstan sehingga didapat dihasilkan kecepatan dan tekanan yang konstan saat proses injeksi plastik dilakukan.
c. Hopper
Hopper adalah tempat untuk menempatkan material plastik sebelum masuk ke barrel. Biasanya untuk menjaga kelembapan material plastik digunakan tempat penyimpanan khusus yang dapat mengatur kelembapan sebab apabila kandungan air terlalu besar pada udara, dapat menyebabkan hasil injeksi yang tidak bagus.
d. Barrel
Barrel merupakan tempat screw dan selubung yang menjaga aliran plastik ketika dipanasi oleh heater. Pada bagian ini juga terdapat heater untuk memanaskan plastik sebelum masuk ke nozzle.
e. Screw
Reciprocating screw berfungsi untuk mengalirkan plastik dari hopper ke nozzle. Ketika screw berputar material dari hopper akan tertarik mengisi screw yang selanjutnya dipanasi lalu didorong ke arah nozzle.
f. Non return valve
Valve ini berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar tidak kembali saat screw berhenti berputar.


Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Injection_molding
http://oke.or.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/plastik.pdf
http://smk3ae.wordpress.com/2009/01/11/proses-pembuatan-plastik-dengan-sistem-injeksi/



*artikel ini saya buat untuk rubrik Instrumen majalah Kinetika Edisi 35

MASTERAN ENZIM

BAB I
PENDAHULUAN


I.1.    Latar Belakang
    Enzim merupakan katalis yang berasal dari zat hidup yang mempunyai derajat dan efisiensi yang tinggi. Enzim dapat dimanfaatkan dalam proses industri, misalnya amilase yang digunakan untuk mengubah pati menjadi sakarin, papain yang berguna untuk melunakkan daging, dan sebagainya. Melihat manfaat enzim ini maka praktikum isolasi enzim perlu dilakukan.

II.2.    Tujuan Percobaan
1.     Mengisolasi enzim papain dari getah pepaya
2.    Menghitung aktivitas enzim papain
3.    Membandingkan aktivitas enzim papain sesuai variabel percobaan

II.3.    Manfaat Percobaan
    Manfaat dari percobaan isolasi enzim papain adalah mengetahui sifat-sifat enzim sehingga dapat menghasilkan kuantitas enzim yang baik dan produktif.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


II.1.     Pengertian Umum
    Enzim berasal dari kata en = in = dalam dan zim = yeast = khamir. Artinya dalam khamir yang maksudnya katalis dari zat hidup yang punya derajat efisiensi tinggi. Enzim merupakan sejenis protein kompleks yang unik dan merupakan bahan antara yang penting untuk metabolisme dan berbagai perubahan kimia dalam tubuh.

II.2.     Teori Enzim Papain
    Enzim papain banyak digunakan dalam pelunakan daging dan untuk menghaluskan gandum dalam pembuatan kue kering. Papain berasal dari tumbuhan hijau dan Carica papaya, kira-kira 3 tahun pohon ini tumbuh tinggi untuk menghasilkan latex. Latex digumpalkan dengan membuat goresan pada buah pada waktu pagi sekali ketika buah itu berisi cairan. Latex mengalir sampai habis dan membuat beku pada permukaannya.
    Pembentukan latex berjalan cepat dan segera menutupi buah seperti lilin dan itulah yang dikumpulkan. Secara sederhana dikeringkan oleh matahari, tetapi untuk hasil lebih baik pengeringan dilakukan dalam bejana. Latex beku dikumpulkan, dicairkan dengan cepat, disaring agar bebas dari serangga, dikeringkan dengan spray dryer. Latex kasar harus dikeringkan, saring dan dikeringkan lagi untuk mendapatkan papain yang sempurna sesuai digunakan pada makanan.
    Papain sangat aktif pada range pH 3-7. Untuk melunakkan daging pada pH 7. Papain merupakan enzim pelunak pilihan karena enzim ini dapat disuntikkan ke dalam untuk menimbulkan enzim sedalam 4 cm pada permukaan daging sehingga daging tetap lunak.

II.3.     Isolasi Enzim
    Untuk mengisolasi enzim papain dari getah pepaya dilakukan 3 proses pemisahan:
    Ekstraksi padat-cair
Merupakan salah satu metode pemisahan cair-padatan. Pada proses ini komponen yang tidak larut dipisahkan dari padatan dengan bantuan solvent. Ketika solvent dicampur dengan sampel, maka solvent akan melarutkan ekstrak dengan difusi sampai terjadi keseimbangan konsentrasi.
    Sentrifugasi
Merupakan cara memisahkan bagian seperti partikel dalam medan gaya sentrifugal partikel yang berukuran berbeda dalam berbagai ukuran. Densitas dan bentuk akan mengendap searah sentrifugal dengan kepentingan berbeda.
    Presipitasi
Banyak agent pemisah yang digunakan untuk mengendapkan protein seperti garam proteolitik, polimer, panas, pH, dan solvent organik.

II.4.     Imobilisasi Enzim
    Enzim tidak dapat mengalami perubahan reaksi kimia, maka enzim dapat digunakan berulang-ulang. Pada umumnya reaksi dan pemisahan enzim dari produk dengan menggunakan modifikasi pH, panas, atau kedua-duanya. Penggunaan cara seperti ini mengakibatkan enzim kehilangan sebagian besar aktivitas kataliknya, sehingga enzim dapat digunakan berulang-ulang. Agar dapat digunakan berulang-ulang pemisahan enzim dari produk harus dengan cara tertentu sehingga didapatkan enzim dalam bentuk terimobilisasi tanpa mengurangi aktivitas kataliknya.

II.5.     Mekanisme Kerja Enzim
    Enzim menyesuaikan diri di sekitar substrat untuk membentuk suatu kompleks enzim substrat
    Karena adanya gaya tarik antara enzim dan substrat, ikatan substrat menjadi tegang. Ikatan tegang ini mempunyai energi tinggi atau lebih mudah terpatahkan sehingga reaksi lebih mudah dan membentuk kompleks enzim-produk.
    Karena produk dan substrat tidak sama maka kesesuaian antara produk dan enzim tidak sempurna
    Bentuk produk menyebabkan kompleks berdisosiasi dan permukaan enzim siap untuk menerima substrat lain. Teori aktivitas enzim ini disebut teori kesesuaian terimbas (Induced-fit Theory)
E + S → ES → EP → E + P

II.6.     Sifat-Sifat Enzim
    Dalam jumlah kecil dapat mengkatalis substrat dalam jumlah besar
    Enzim bereaksi optimum pada 400C dan tekanan normal
    Reaksi enzimatis berlangsung pada pH netral
    Tidak dapat menghidrolisis disakarida dan polisakarida
    Umumnya dipakai koenzim
    Enzim biasanya merusak zat yang dapat mengurangi keaktifannya
    Biasanya diperlukan energi aktivasi

II.7.     Inhibitor Enzim
    Inhibitor Kompetitif
Inhibitor yang bersaing dengan susbstrat dengan cara meniru bentuk substrat sehingga dapat berikatan dengan sisi aktif enzim
    Inhibitor Non Kompetitif
Tidak bersaing dengan substrat tapi menempel pada bagian lain enzim sehingga bentuk enzim berubah

II.8     Faktor yang Mempengaruhi
    Konsentrasi substrat
    Pengaruh pH
    Konsentrasi enzim
    Temperatur
    Racun enzim

II.9.     Fungsi Reagen
    Getah buah papaya    : sumber enzim papain
    NaOH    : pengatur pH
    Garam    :    mengendapkan enzim, membentuk gugus mikro (dapat berupa NaCl atau (NH4)2SO4)
    Celite    :    memecah dinding sel pembungkus enzim
    Cystein HCl    :    mengikat protein, mengikat enzim sehingga bisa menembus kertas saring, melarutkan enzim yang telah diendapkan
    Kasein    :    penyedia protein untuk diendapkan
    Aquadest    :    melarutkan protein enzim
    Solvent    :    sebagai tenaga pemisah dalam ekstraksi cair padat untuk mandapatkan enzim dari getah (acetaon, formaldehid, etanol)

II.10.     Kegunaan Produk
    Sebagai pelunak daging
    Sebagai bahan antidingin pada pembuatan beer
    Sebagai pelunak kulit pada industri penyamakan kulit

II.11.    Penelitian Terdahulu
    Bahan
    Getah pepaya
    Cystein
    Aquadest
    NaOH
    H2SO4
    Larutan susu bubuk 12%
    Alat yang Digunakan
    Gelas ukur
    Beaker glass
    Magnetic stirrer
    Saringan vakum
    Centrifuge        Erlenmeyer
    Indikator pH
    Fermenter
    Kompor listrik dan water bath
    Oven




    Penetapan Variabel
    Variabel Tetap
    Sistem operasi    :    batch
    Berat getah papaya    :    50 gr
    Kepadatan pengadukan    :    3 digit
    Waktu operasi    :    15 menit
    Pengendapan enzim pepaya    :    aceton
    Pencucian enzim pepaya    :    aquades
    Variabel Berubah
    Volume cystein    :    700, 100, 125 ml
    Suhu Operasi    :    100C, 500C
    pH operasi    :    5, 7, 9
    Prosedur Percobaan
    Ekstraksi Enzim Papain
    Menyiapkan alat dan bahan percobaan
    Menimbang getah pepaya kering 50 gr
    Menambah solvent cystein dan volume dan mengatur pH campuran dengan menambah NaOH dan H2SO4
    Memindahkan campuran dalam beaker glass yang ditempatkan di atas magnetic stirrer. Atur kecepatan pengadukan dan panaskan campuran sampai suhu tertentu dan jaga agar suhu konstan, operasi selama 10 menit
    Memisahkan ekstrak dan residu dengan saringan vakum, buang ampasnya dan filtrat disimpan dalam beaker glass
    Setelah selesai didiamkan sampai dingin dan residu padatan mengendap disaring residu padatannya. Untuk residu yang masih tersuspensi dapat dipisahkan dengan sentrifugasi pada kecepatan 3500 rpm selama 15 menit. Saring endapan yang terbentuk ambil sumber natannya
    Dalam beaker glass, super natan dan aceton dengan perbandingan 1:1. Beaker glass ditutup dan disimpan dalam keadaan dingin selama 1 malam lalu sentrifugasi sehingga timbul endapan putih papain. Kemudian endapan tersebut dipisahkan dengan saringan racun dilengkapi dengan kertas saring Whatman
    Endapan papain yang diperoleh kemudian dioven
    Kristal putih papain yang dihasilkan ditimbang untuk ditentukan beratnya
    Analisa Aktivitas Proteolitik Enzim Papain
    Masukkan 1 gr sampel papain dalam labu takar 100 ml + a hingga tepat waktu
    Kocok lalu centrifuge untuk mendapatkan larutan papain, ukur densitas
    Simpan larutan susu bubuk (full cream) dengan kepekatan 1:pekat
    Ambil 10 ml larutan susu tempatkan pada Erlenmeyer 50 ml panaskan dalam water bath 40%
    Ambil sejumlah larutan enzim lalu dimasukkan ke dalam susu, suhu dijaga 400C hingga tepat terjadi gumpalan
    Waktu dicatat dengan teliti dengan stopwatch sejak saat penambahan papain ke dalam larutan susu tepat terjadi gumpalan
    Aktivitas proteolitik, catat protein dihitung dengan rumus
A = 1/(E.t)
A = aktivitas proteolitik
E = berat sample yang diuji
t = waktu yang diperlukan terjadinya penggumpalan susu

Besarnya aktivitas dinyatakan dalam MCU/gr, sebagai hasil dikali 1000
(Reff: Anang Yudi dan Nurhadi, “Isolasi Enzim Papain Getah Pepaya dengan Metode Ekstrak Cair-Cair)
       

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN


III.1.    Bahan dan Alat
    Bahan
    Getah buah pepaya    @ 4 gr
    (NH4)2SO4        3 gr
    Etanol            17 ml
    Celite            @ 2,5 gr
    Cystein            @ 2 gr
    Aquadest            @ 15 ml
    NaOH
    Alat
    Erlenmeyer
    Beaker glass
    Sentrifuge
    Mortar
    Indicator pH
    Kertas saring
    Pengaduk strirer dan pemanas
    Gelas ukur
III.2.    Gambar Alat
    
            (2)     (3)  (4)     (5)
Gambar III.2.1. Gambar Alat
Keterangan:
    Erlenmeyer
    Beaker glass
    Gelas ukur
    Pengaduk
    Kertas saring
III.3.    Variabel Percobaan
Getah pepaya @ 40 gr
Getah pepaya+2,5 gr celite+2 gr cystein+17 ml etanol+15 ml aquadest
Variabel I     pH tidak diatur
Variabel II    pH 7
Variabel III    pH 9
Reaksi Enzimatis
Larutan susu 16% W basis 100 ml
T pencampuran: 400C, 500C, 600C
Susu : enzim = 1:8

III.4.    Cara Kerja
    Isolasi Enzim
    Haluskan getah pepaya dengan mortar, setelah halus timbang 40 gr masukkan dalam beaker glass
    Tambahkan ke dalam beaker glass tersebut 2,5 gr celite; 2 gr cystein; 17 ml etanol; 15 ml aquadest. Lalu atur pHnya
    Aduk dengan magnetic stirrer salama 15 menit pada 300C
    Saring dengan kertas saring sehingga didapat filtrat I dan endapan I. Buang endapannya
    Pada filtrat I tambahkan (NH4)2SO4 3 gr sebagai tenaga pengendap
    Masukkan pada cuvet lalu disentrifugasi selama 20 menit dengan kecepatan 200 rpm
    Saring hasil sentrifugasi sehingga didapatkan endapan II dan filtrat II
    Keringkan dan timbang endapan II (misalnya a gr) simpan endapan II
    Tambahkan 3 gr (NH4)2SO4 pada filtrat II lalu simpan 1 malam dalam lemari es
    Saring filtrat II dengan kertas saring sehingga didapat filtrat III dan endapan III
    Keringkan dan timbang endapan III (misalnya b gr)
    Ambil endapan II campurkan dengan endapan III, jika jumlah endapan II dan III lebih dari 1 gr, ambil 1 gr endapan tersebut larutkan dalam air sampai 10 ml (larutan ini adalah enzim)
    Jika a + b kurang dari 1 gr, ambil filtrat III encerkan sampai 10 ml (larutan ini adalah enzim)
    Reaksi Enzimatis
    Buat larutan susu 16% W
    Ambil 1 ml larutan enzim dan 8 ml larutan susu
    Panaskan kedua larutan tersebut sampai suhu sesuai variabel (400C, 500C, 600C)
    Setelah mencapai suhu tersebut tuangkan larutan enzim ke dalam larutan susu
    Catat waktu sampai terjadi penggumpalan pertama

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


IV.1.    Hasil Percobaan
    Tabel IV.1.1. Variabel I, pH tidak diatur (pH = 3)
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    4    1333,3
50    5    1066,7
60    9    592,59

    Tabel IV.1.2. Variabel II, pH = 7
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    8    666,7
50    10    533,3
60    15    355,5

    Tabel IV.1.3. Variabel III, pH = 9
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    35    152,38
50    47    113,4
60    56    95,2









IV.2.    Pembahasan
    Grafik Hubungan Suhu vs Aktivitas Enzim

Gambar IV.2.1. Grafik Hubungan Suhu vs Aktivitas Enzim
    Dari grafik terlihat bahwa semakin tinggi suhu aktivitas enzim semakin kecil. Hal disebabkan oleh sifat enzim yang peka terhadap suhu. Enzim sebagai protein akan mengalami denaturasi jika suhu dinaikkan, akibatnya daya kerja enzim akan menurun. Denaturasi adalah terurainya protein menajdi struktur primernya atau rusaknya sifat fisik dan fisiologik protein akibat pemanasan atau penambahan asam kuat. Energi panas mengakibatkan terputusnya ikatan non-kovalen protein. Hingga suhu 450C aktivitas enzim masih terus meningkat. Tapi lebih dari 450C akan terjadi denaturasi sehingga aktivitas enzim menurun. Menjelang suhu 550C fungsi katalitik enzim punah. Suhu optimum terjadi pada 300C-450C, maka pada suhu ini efek yang terlihat adalah peningkatan aktivitas enzim.
    Pada suhu 400C, enzim masih dalam range suhu optimum. Oleh sebab itu aktivitas enzim pada suhu tersebut paling tinggi. Pada suhu 500C enzim berada pada range suhu tidak optimum. Pada suhu tidak optimum tersebut enzim mengalami denaturasi sehingga aktivitas enzimnya menurun. Demikian juga pada suhu 600C memiliki energi aktivasi paling rendah karena berada pada suhu tidak optimum sehingga mengalami denaturasi.
(Diktat Dasar-Dasar Bioproses hal.99-100)
    Pengaruh pH terhadap Aktivitas Enzim
    Enzim merupakan protein dan protein akan bekerja optimum pada pH 5-7. Enzim papain juga akan bekerja optimum pada pH 5-7. Jika terlalu asam maupun basa enzim akan mengalami denaturasi. Denaturasi adalah terurainya protein menjadi struktur primernya atau rusaknya sifat fisik dan fisiologik protein akibat pemanasan atau penambahan asam kuat.
(Diktat Dasar-Dasar Bioproses hal.99-100)
   

BAB V
PENUTUP


V.1.    Kesimpulan
1.    Pada variabel I, II, III grafik terlihat menurun karena adanya peningkatan suhu yang mengakibatkan denaturasi
2.     pH berpengaruh pada naik turunnya aktivitas enzim

V.2.    Saran
1. Pengambilan getah dilakukan dini hari karena buah pepaya banyak mengandung cairan
2. Harus cermat dalam pengaturan pH


DAFTAR PUSTAKA


Diktat Dasar-Dasar Bioproses
Nurhadi dan Anang Yudi,  Isolasi Enzim Papain Getah Pepaya dengan Metode Ekstrak Cair-Cair
Tim Dosen Pemimbing, Buku Petunjuk Praktiukum Mikrobiologi Industri, Jurusan Teknik Kimia, Semarang, 2002
www.kumpulblogger.com
www.chemistrystation.blogspot.com


*masteran ini sangat bermanfaat buat yang ngrasa praktikum enzimnya menemukan fenomena yang terjadi aneh..hahahaha >>> kelompok saya fenomenanya aneh soalnya :)

My Never Ending Story -Part 2: PRAKTIKUM-

Aku tertarik untuk berbagi cerita tentang praktikum sebelum aku berkisah tentang hal lain. Di tekim undip ada 5 praktikum yang wajib diikuti para mahasiswa. Semester pertama kami mengikuti Praktikum Dasar Teknik Kimia I, kemudian semester selanjutnya secara berurutan akan mengikuti Praktikum Dasar Teknik Kimia II, Praktikum Mikrobiologi Industri, Praktikum Proses Kimia, dan yang terakhir Praktikum Operasi Teknik Kimia. Di luar 5 partikum tadi sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Praktikum Komputasi Proses. Sejauh ini aku baru mengikuti 4 praktikum dan akan menjalani 2 praktikum di semester 5 ini. Dua tahun berurusan dengan praktikum tentu banyak kajadian yang aku alami. Kebanyakan lebih sering membawa emosi, namun tak dipungkiri banyak kisah lucu terselip di sana..




Praktikum Dasar Teknik Kimia I
Kami biasa menyebutnya PDTK I. Inilah awal di mana kami masuk dunia praktikum. Aku masih ingat betapa culunnya aku (dan mungkin beberapa temanku) saat tahu betapa mengerikannya peraturan yang dibacakan para asslab (asisten laboratorium). Tidak boleh inilah, tidak boleh itulah, kalau salah dapat poin lah, laporan harus ACC 2 minggu lah, dan masih banyak lagi. Dari luar memang terlihat sangat mengerikan, namun dalam prakteknya ternyata tidak berat-berat amat. Di PDTK I ini aku mendapat kelompok yang lumayan "membahagiakan". Ada Mirza yang pintar, ada Pongki yang sangat rajin, dan ada Noor yang selalu tertawa. Aku tak selalu membuat laporan di kelompok ini. Aku dan Mirza biasanya bergantian membuat laporan (walau ujung-ujungnya finishing touch nya adalah Mirza hehehe). Pongki itu sangat rajin dalam segala hal termasuk dalam mencicil laporan (bahkan aku kalah dari dia). Dia juga orangnya teramat baik untuk kategori laki-laki (bayangkan laporan resmi dia semua yang ketik...). Sedangkan Noor adalah pelipur lara saat kami mulai jenuh dengan praktikum. Saat laporan menumpuk dan belum ACC, maka dia pula lah yang bisa membuat kami tertawa. Noor bersama Pongki biasanya senang kalau dimintai tolong mengumpulkan laporan ke kost asslab (terutama saat materi Redoks). Finally, aku bahagia bisa sekelompok dengan orang-orang hebat macam mereka. Tambah bahagia waktu di KHS nilai yang keluar adalah A (satu-satunya nilai A untuk praktikum selama hidup  di tekim).

Praktikum Dasar Teknik Kimia II
Inilah praktikum yang paling menjemukan menurutku. Mengapa menjemukan? Karena untuk pertama kalinya lah aku harus merasakan praktikum berjam-jam (sampai Maghrib pun pernah). Wajar aku merasa seperti itu karena selama di PDTK II paling banter praktikum ya cuma 2 jam. Selain itu di praktikum ini pula lah untuk pertama kalinya kami harus mencari sample sendiri untuk praktikum (kalau sample nya murah fine-fine aja, tapi kalau harus beli keju, sunlight, ampe weapol kok rasanya sayang banget tuh uang...). Di PDTK II ini aku satu kelompok dengan Isna dan Ridwan. Speechless kalau ngomongin kelompokku. Jujur saja di kelompok ini aku sangat santai menjalani praktikum. Laporan hampir semua  diurus Isna (aku cuma membuat laporan sekali, materi Viskositas dan Tegangan Muka) dan aku tinggal menyalin saja. Dua teman kelompokku ini adalah aktivis yang sangat aktif. Maka jangan heran kalau kami jarang duduk bersama untuk menyelesaikan laporan. Padahal di PDTK I dulu sepertinya aku sering sekali kumpul dengan kelompokku untuk membuat laporan. Sebenarnya tak banyak kesan di praktikum ini. Hambar saja rasanya. Hal yang menarik paling cuma karena di PDTK II ini kelompokku jarang panen poin jika dibandingkan kelompok lain (poin kami cuma 25. Mungkin terendah di antara anak-anak lain..hehhehee). Nilai yang keluar di KHS adalah B (biasa aja....)

Praktikum Mikrobiologi Industri

Kalau mau tahu praktikum apa yang paling santai (saking santainya bisa mengobrol, bisa manipulasi data, bisa ketawa-ketiwi), tentu saja jawabannya adalah praktikum mikrobiologi industri. Di sinilah segala dosa banyak aku perbuat. Mulai dari tidak pernah sterilisasi alat sebelum praktikum (cuma sekali itu pun praktikum yang pertama), manipulasi data, sampai salah prosedur. Di praktikum ini aku mendapat partner Agnes dan Machmud. Agnes orangnya rajin dan enak buat diajak kerja bareng. Sementara Machmud adalah orang yang sibuk luar biasa sampai-sampai sulit kalau dihubungi. Meski banyak tawa di praktikum ini, tak jarang pula aku dan Agnes sering dibuat kesal oleh Machmud. Mulai dari lama menyalin laporan lah, sering datang telat lah, dan yang paling parah adalah ketika membohongi kami saat dia kami tugaskan membawa santan (untuk praktikum minyak). Kejadian itulah yang menjadi puncak kesebelan kami pada Machmud. Namun di balik semua sifat Machmud yang begitu menyebalkan, harus diakui dia lah penyokong dana kami. Kalau urusan uang, serahkan saja pada Machmud. Juga kalau urusan mengumpulkan laporan ke kost asslab, serahkan saja pada Machmud. Secara keseluruhan aku merasakan kegembiraan tiada tara di praktikum ini (meski kadang harus setiap hari praktikum lanjutan). Sedih, suka, duka, pokoknya semuanya ada di sini. Makin tambah gembira karena salah satu partnerku kini menjadi asslab mirobiologi industri (tentu saja Agnes... bukan Machmud). Kali ini aku mendapat nilai B lagi untuk praktikum ini.

Praktikum Proses Kimia
Well, di sini lah aku merasa sangat bodoh menjadi seorang mahasiswa tekim. Inilah praktikum yang lebih banyak mubeng nya daripada mudeng nya. Tantangan terbesar adalah ketika membuat lapoan susah mencari referensinya (masak mau ditulis di laporan referensi nya masteran??) dan paling geje pembahasannya. Di praktikum ini aku sekelompok dengan Septi yang rajin, Santi yang moody dan kadang malas, dan Qmew yang tukang kentut. Watak dan sifat mereka berbeda-beda. Septi tentu mampu dijadikan teladan yang baik karena begitu rajin (saking rajinnya kadang bedanag semalaman buat bikin laporan). Santi itu orangnya baik dan sangat suka ngaca. Kelemahan dia yang paling menonjol adalah dia sering malas menyalin laporan, saking malasnya hingga kadang begitu lama sekaliiii. Tapi dia sangat berjasa dalam humas alias hubungan dengan asslab. Dia juga sering meneriaki kata "semangat" untuk kami (sebenarnya sih Septi lebih sering bilang "semangat, teman!!!). Qmew termasuk golongan laki-laki yang sedikit membuat masalah. Dia tipe cowok yang cepat dalam urusan menyalin laporan. Dia juga baik hati sekali mau menumpuk laporan di kost asslab meski tengah malam mencekam sekali pun. Di praktikum ini kami dapat jatah giliran untuk membuat laporan, jadi semua pernah merasakan enaknya menyalin laporan. Di praktikum ini lah aku merasa beban membuat laporan menjadi lebih ringan. Kalau jatahku yang membuat laporan ujung-ujungnya kalau bingung aku serahkan sepenuhnya pada Septi..hihihihihi... Yang membuat menarik di praktikum ini adalah ketika untuk pertama kalinya aku mendapat nilai C untuk praktikum (Oh God, I can't belive it..). Awalnya semapt ada sebal (kalau saja nilainya B IP ku jadi 3..) campur malu. Tapi setelah tahu banyak juga yang dapat C, rasanya dunia seakan membelaku...hahahahaha.. Ga jadi malu deh, yang ada malah seneng soalnya temennya banyak...Wakakakakakakak

This is the end of this part. Just wait for the next part or wait for the next my experience in laboratory. Let me tell about Praktikum Kompros and OTK someday.....



*maaf jika ada penulisan yang salah atau kurang berkenan. I just wanna tell the truth :)

Rabu, 15 September 2010

UEFA Champions League

UEFA Champions League merupakan salah satu ajang paling bergengsi sekaligus menduduki kasta paling tinggi dalam persepakbolaan Eropa. Di sana lah kita akan melihat pertarungan tim-tim elite dari  Eropa. Tak heran jika tiap tim-tim domestik akan berjuan mati-matian untuk bisa lolos otomatis ke Liga Champions. Beberapa tim langganan yang selalu ikut Liga Champions antara lain Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, Juventus, Manchaster United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Bayern Muenchen. Lalu apa yang membuat Liga Champions sangat diminati? Berikut data dan faktanya.


Sejarah
Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears", dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.


Format Baru
Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk "tandang-kandang" seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.
 
 
Kualifikasi
Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.


Daftar Juara UEFA Champions League
1955/1956 – Real Madrid (Spanyol)
1956/1957 – Real Madrid
1957/1958 – Real Madrid
1958/1959 – Real Madrid
1959/1960 – Real Madrid
1960/1961 – Benfica (Portugal)
1961/1962 – Benfica
1962/1963 – AC Milan (Italia)
1963/1964 – FC Internazionale (Italia)
1964/1965 – FC Internazionale
1965/1966 – Real Madrid
1966/1967 – Glasgow Celtic (Skotlandia)
1967/1968 – Manchester United (Inggris)
1968/1969 – AC Milan
1969/1970 – Feyenoord Rotterdam (Belanda)
1970/1971 – Ajax Amsterdam (Belanda0
1971/1972 – Ajax Amsterdam
1972/1973 – Ajax Amsterdam
1973/1974 – Bayern Munchen (Jerman Barat)
1974/1975 – Bayern Munchen
1975/1976 – Bayern Munchen
1976/1977 – Liverpool (Inggris)
1977/1978 – Liverpool
1978/1979 – Nottingham Forest (Inggris)
1979/1980 – Nottingham Forest
1980/1981 – Liverpool
1981/1982 – Aston Villa (Inggris)
1982/1983 – Hamburg SV (Jerman Barat)
1983/1984 – Liverpool
1984/1985 – Juventus (Italia)
1985/1986 – Steaua Bucuresti (Rumania)
1986/1987 – FC Porto (Portugal)
1987/1988 – PSV Eindhoven (Belanda)
1988/1989 – AC Milan
1989/1990 – AC Milan
1990/1991 – Red Star Belgrade (Yugoslavia)
1991/1992 – Barcelona (Spanyol)
1992/1993 – Olympique Marseille (Prancis)
1993/1994 – AC Milan
1994/1995 – Ajax Amsterdam
1995/1996 – Juventus
1996/1997 – Borussia Dortmund (Jerman)
1997/1998 – Real Madrid
1998/1999 – Manchester United
1999/2000 – Real Madrid
2000/2001 – Bayern Munchen (Jerman)
2001/2002 – Real Madrid
2002/2003 – AC Milan
2003/2004 – FC Porto
2004/2005 – Liverpool
2005/2006 – Barcelona
2006/2007 – AC Milan
2007/2008 – Manchester United
2008/2009 – Barcelona
2009/2010 – FC Internazionale

Liverpool saat berhasil meraih trofi Liga Champions tahun 2004/2005



Real Madrid saat menjuarai Liga Champions 2001/2002





AC Milan berhasil merebut trofi pada musin 2006/2007

Hasil Drawing UEFA Champions League 2010/2011

Grup A
                               Grup B
Inter                                     Olympique Lyonnais
Werder Bremen                    Benfica
Tottenham Hotspur               Schalke
Twente                                 Hapoel Tel-Aviv
Grup C                                 Grup D
Manchester United                Barcelona
Valencia                                Panathinaikos
Rangers                                FC Copenhagen
Bursaspor                             Rubin Kazan
Grup E                                 Grup F
Bayern Munich                     Chelsea
Roma                                   Marseille
Basel                                    Spartak Moskwa
CFR Cluj                             MSK Zilina
Grup G 
                               Grup H
AC Milan                            Arsenal
Real Madrid                        Shakhtar Donetsk
Ajax                                   Sporting Braga
Auxerre                              Partizan

Selasa, 14 September 2010

My Never Ending Story - Part 1 PROLOG-

Teknik Kimia. Bukan sembarang orang bisa masuk ke sana (katanya). Aku kuliah di teknik kimia Undip (dan sebenarnya aku tidak merasa pintar untuk bisa masuk sana). Dua tahun sudah aku lalui suka duka di tekim. Mulai dari euforia awal semangat kuliah, masa-masa mulai merasa jenuh, dilanjutkan masa-masa menjadi mahasiswa bodoh, hingga kadang aku merasa ingin keluar dari tekim. Mungkin masuk tekim merupakan kesalahan besar selama aku hidup. Sebuah kesalahan yang suatu saat nanti tak ingin aku ulangi untuk anak-cucu kelak.

Awalnya aku pikir tekim itu hanyalah melulu kimia. Namun ternyata aku salah besar. Di tekim ini lah aku menemui matematika, fisika, kimia, dan biologi. Komplit sudah penderitaan sebagai mahasiswa jika harus bertemu 4 sekawan ini. Kepalaku kadang bisa puyeng sendiri melihat angka-angka. Otak serasa mau pecah saat tak bisa memahami Matematika Teknik Kimia. Mulut bisa berbusa saat menghapal Mikrobiologi Industri. Tekim itu sangat kompleks. Dosenku sering bilang kalau tekim itu termasuk Universal Engineering. Katanya prospek kerja tekim sangatlah luas (saking luasnya, lulusan tekim mungkin bingung mau kerja di mana) dan bisa diterima di mana-mana. Aku tak mengamini mentah-mentan statement tadi. Prospek kerja luas tanpa didukung skill cukup tentu sama saja dengan omong kosong. Bahkan IPK cumlaude hanya sekadar tiket masuk sebuah perusahaan. Masalahnya, kebanyakan mahasiswa tekim di kampusku begitu mengagungkan IPK. Apa pun dilakukan demi mendapat IPK bagus. Well, itukah tujuan kita kuliah?? Banyak yang harus aku ceritakan. Segalanya akan aku mulai dari sini..

Sebagai permulaan aku hanya ingin berkisah tentang tekim undip secara garis besar. Tekim Undip bukanlah kampus yang "bagus-bagus" amat. Gedungnya biasa saja, fasilitas tak begitu lengkap, bahkan kantin "yang layak" pun tak ada. Mungkin aku terlihat seperti mencaci kampusku sendiri. Tapi memang itulah kenyataannya (kesal rasanya jika aku ingat bapakku harus mengeluarkan uang hampir 20 juta rupiah untuk masuk tekim undip, namun setelah melihat kondisi tekim undip aku kecewa bukan main). Dosen-dosen di tekim undip kebanyakan sudah S2 (bahkan lebih) dan cukup lihai dalam mengajar. Kadang ada dosen yang sangat pintar namun sangat lemah dalam berkata-kata sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang hanya bengong saat beliau mengajar. Ada juga dosen yang hanya masuk kelas beberapa menit saja (dosen seperti inilah yang jadi favorit para mahasiswa). Ada dosen yang pelit amat jika bicara soal nilai, ada dosen yang murah nilai, ada dosen yang galak, dan masih banyak tipe dosen yang lain. Ragam tipe dosen maka ragam pula tipe mahasiswanya. Ada mahasiswa yang gemar sekali organisasi (biasanya yang banyak omong saat di kelas), ada pula yang sangat serius dalam kuliah sehingga jarang ikut acara-acara kampus, ada yang begitu cuek pada kuliah dan lebih memilih banyak bermain selama kuliah, ada yang separo organisasi separo kuliah, ada yang ambisius jadi fungsionaris sebuah organisasi, ada yang cukup menjadi anggota saja. Well, meski kami memiliki banyak karakter, namun kami hampir sama dalam hal impian: lulus dengan nilai baik kemudian dapat pekerjaan yang sesuai bidang kami.

Cukup sekian untuk bagian ini. Aku hanya ingin memberi gambaran awal tentang tekim. Selanjutnya kalian bisa melihat ada apa saja di tekim (mulai dari mata kuliah hingga kegiatan yang ada di sana), kalian akan melihat lelahnya praktikum, lelahnya membuat laporan, kalian akan aku tunjukkan seberapa kompak angkatanku, seberapa jenuhnya aku di tekim.. Bahkan kalau kalian juga bisa tahu segala mimpi-mimpi gilaku selama di tekim. It's all about me, my life, my story, and my dreams
...

Jumat, 29 Oktober 2010

My Never ENding Story Part 5: -TEKIM ITU SEMPIT-



Siapa pun tahu kalau tekim itu memang sempit dan sangat minim fasilitas. Namun dalam tulisan kali ini bukan konteks itu yang akan aku bicarakan. Jika part yang lalu aku bicara tentang cinta, di sini aku akan membeberkan kisah cinta di tekim yang begitu amat "sempit".

Mengapa aku mengatakan sempit? Sebenarnya ide membuat tulisan ini bermula kala temanku membuat status di FB yang cukup menarik. Dia memakai kata "sempit" untuk menjelaskan banyaknya pasangan "duo tekim" di kampus. "Duo tekim" maksudnya si cowok kuliah di tekim, si cewek juga kuliah di tekim. Kadang sama-sama satu angkatan, ada juga yang beda angkatan. Entah sudah berapa pasangan yang ada di tekim. Di angkatanku saja sudah ada: Rina-Davin, Praba-Fitra, Anky-Pongki, Prita-Mammeg, Asih-Ucok, Indra-Bayu (entah mungkin ada lagi, aku lupa). Ada juga beberapa pasangan beda angkatan (aku malas menyebutkan satu-satu, terlalu banyak). Selain itu tak kadang pula ada yang sekadar suka alias naksir teman angkatan atau kakak angkatan (tak etis menyebutkan siapa saja. hehehe... ini rahasia).

Undip sebenarnya sangat luas. Berbagai fakultas ada di sana. Namun entah mengapa hanya di tekim saja cinta begitu terasa sempit. Jarang ada mahasiswa di tekim yang melalang buana sampai ke jurusan atau fakultas lain untuk mencari cinta. Ujung-ujungnya selalu dapat teman seangkatan di tekim atau paling banter dapat kakak angkatan. Aku menganalisa ada beberapa faktor penyebab mengapa kisah cinta komunitas kami begitu sempit.

FAKTOR PERTAMA
: kami mahasiswa yang terlalu disibukkan oleh tugas dan laporan. Tak bisa dipungkiri sepertinya waktu kami lebih banyak terbuang pada praktikum dan menyalin laporan. Saking gandrungnya pada laporan, beberapa mahasiswa memanfaatkan sedikit waktu luangnya untuk membuat proposal praktikum (tentu aku tak termasuk di dalamnya). Mungkin faktor ini yang menyebabkan anak tekim sangat kurang pergaulan dengan dunia luar tekim.

FAKTOR KEDUA
: kekerabatan anak tekim begitu erat. Mahasiswa di tekim sudah seperti keluarga sendiri. Suka duka sejak menjadi awal mahasiswa baru sampai sekarang masih kami rasakan. Masih lekat di ingatan aku begitu banyak tugas yang kami kerjakan bersama, begitu banyak acara yang kami lakukan bersama, banyak peluh dan air mata kami keluarkan bersama, banyak tawa kami lewatkan bersama, dan masih banyak kenangan yang lain (tidak mungkin aku sebutkan satu-satu, nanti malah jadi nostalgia). Dari keakraban dan eratnya persahabatan kami itu lah mungkin kemudian tumbuh benih-benih cinta yang tak dapat ditolak. "Friendship" yang sangat erat, lama-kelamaan berubah menjadi "care" yang begitu dalam, lalu ujung-ujungnya rasa "care" tadi tiba-tiba tanpa disadari berubah menjadi "love". Maka soundtrack yang cocok untuk kondisi ini adalah "Sahabat Jadi Cinta" (dipopulerkan oleh Zigaz).

FAKTOR KETIGA: males nyari yang jauh-jauh.. hahahaha.. Mungkin ini alasan yang paling masuk akal. Jangankan mahasiswa, dosen-dosen tekim pun kebanyakan juga mendapat jodoh di kampus sendiri og.. (ga harus disebutin namanya juga kan?? *saya takut). Walau mungkin kaum adam dan hawa di tekim itu ga "kinclong-kinclong" amat, namun kadang pesona di "rumah sendiri" justru lebih menarik ketimbang harus nyari di tempat lain. Kalau yang di dalam tekim aja udah lumayan, ngapain nyari ampe keluar segala.. Toh lebih dekat lebih enak. Selalu bersama, selalu bertemu, tak ada hari yang tak dilewatkan bersama.. (ALAY sumpah!! padahal kalo ketemu terus bosen juga.... wakakakakakak).

Akhir kata, cinta memang datang tiba-tiba. Dia ga pandang bulu siapa aja bisa kena. Seluas-luasnya Undip, cinta mungkin akan banyak bersemi di tekim. Para kumbang lebih suka mencari bunga di taman sendiri daripada di taman orang lain :D
Buat para pasangan tekim, saya doakan kalian langgeng. Awet ampe lulus, ampe kerja, ampe tua. Kalian akan jadi pasangan suami-istri!!! AMIIINNNN...

Jumat, 15 Oktober 2010

Seklumit Kisah Perjalanan Magelang-Semarang di Malam Hari

Ketika penat membebani hidup, ketika otak sudah sangat jenuh sejenuh larutan tawas di praktikum kristalisasi, ketika lidah ini sudah bosan dengan masakan daerah Tembalang dan sekitarnya, ketika rindu akan kupat tahu tak tertahankan, dan ketika uang di dompet tinggal tiga puluh ribu rupiah; maka jalan satu-satunya untuk keluar dari segala masalah tadi adalah pulang ke rumah. Kemarin saya berhasil mewujudkan mimpi untuk pulang di hari Jumat meski sudah sangat sore bagi saya. Belum lagi ada beban laporan dan tugas manajemen industri di pundak saya (yang terpaksa saya bawa ke rumah). Namun saya tak peduli akan semua rintangan tadi. Keinginan yang begitu dalam untuk makan kupat tahu pak Larto dan soto Pak Trimo menyulut semangat saya untuk melangkah hari itu.

Pukul 16.00 saya masih di kampus mengikuti kuliah Teknologi Separasi 3 (sepanjang kuliah saya mengutuk adanya perkuliahan jam segitu). Saya tak benar-benar memperhatikan apa yang diajarkan kemarin. Pikiran ini melayang ke luar, melihat kalau-kalau hujan, mendung apa tidak, khawatir tidak dapat bis, dan lain-lain (pokoknya yang berhubungan dengan perjalanan pulang saya). Akhirnya kuliah selesai pukul 17.30. Saya kebetulan yang sehari sebelumnya sudah meminta tolong pada kawan saya, Risa, untuk mengantarkan saya sampai Sukun. Namun sebelum ke Sukun kami sempatkan diri mengcopy tugas man ind dan singgah sebentar di kost Mammeg untuk mengambil laporan (laporan kelompoknya Risa). Tak terasa malam ternyata hampir menjelang. Saya dan Risa menuju Sukun dengan kondisi jalan yang agak minim. Ketika sudah sampai Sukun saya mencari-cari wajah bapak saya. Agak susah mencari beliau karena beliau agak gelap (hahahahaha..). Akhirnya saya bisa juga menemukan sosok bapak saya di tengah ramainya orang Sukun saat itu (ga rame-rame amat juga sih.. biar kelihatan bombastis aja). Saya tak lupa mengucapkan terima kasih pada Risa yang telah mengantarkan saya sampai Sukun dengan selamat (saya sempat khawatir kalau Risa tidak bisa pulang ke kost karena tidak tahu jalan. kasihan kan... hikz..).


Menit berikutnya saya lewatkan dengan menunggu bis bersama bapak saya. Kebanyakan yang lewat adalah bis jurusan Solo. Perut saya sudah sangat keroncongan dan badan saya begitu lelah saat itu. Sempat ada bis jurusan Yogya lewat tapi ternyata penuh dan harus berdiri. Bapak saya menolak untuk naik itu (mungkin karena beliau sudah tua, tidak kuat kalau harus berdiri sepanjang jalan. hehehehe). Menit demi menit berlalau, berbagai aktivitas geje saya lakukan (menguap, puter-puter badan, garuk-garuk kepala, sms teman, sampai sesekali mengeluh lapar), akhirnya ada bis yang lewat juga. Sayangnya bis yang lewat jurusan Wonosobo. Kalau naik itu saya mana bisa turun Magelang, harus turun Secang. Namun saya menuruti saran bapak saya untuk naik bis itu daripada tidak dapat bis sama sekali (kalau bis ini tidak penuh sesak, masih bisa duduk.. Pantas bapak saya mau..hahahahaha). Kondisi dalam bis di malam hari sangat tidak menyenangkan. Bau rokok, wajah-wajah penumpang dengan tampang lusuh (kecuali saya), dan hawanya sangat dingin. Namun tak apalah, daipada kagak pulang sama sekali. Saya mencoba untuk memejamkan mata selama di bis namun ternyata hal itu sangat susah. Perut saya yang begitu lapar membuat saya susah untuk merem. Maka saya memilih untuk menikmati keindahan malam saat itu (walau sebenarnya tidak indah-indah juga sih..).


Rasa jengkel saya sempat muncul saat bis itu "singgah" di Bawen. Bis itu lama sekali ngetem. Kemudian banyak pedangang asongan masuk yang semuanya menawarkan menu yang sama: tahu asin, mizone, aqua dingin. Kepala saya puyeng melihat mereka, belum lagi kemudian ketambahan pengamen yang begitu geje dalam bernyanyi. Saya tambah shock ketika mbak-mbak sebelah saya bilang: ini kalau ngetem di Bawen bisa sampai satu jam. Apa???? What the hell!!! Suwi tenan.. Bapak saya kemudian memilih untuk turun di situ dan menunggu bis jurusan Yogya saja (kebetulan sebelumnya saya dapat sms kalo mitha sudah naik bis jurusan Purwokerto). Saya kembali melakukan aksi menguap sambil garuk kepala saat menunggu bis lagi. Mulut ini rasanya ingin dimasuki suatu makanan, apalagi di belakang saya ada yang jualan gorengan (pengin beli sebenarnya, tapi saya kemudian ingat kalau itu tidak sehat!!! *SOK). Tak perlu berjam-jam untuk menunggu bis karena ternyata beberapa menit kemudian datanglah bis Tri Sakti jurusan Yogya. Bukan itu saja, ternyata bisnya juga tidak penuh jadi bisa duduk.


Akhirnya saya bisa menikmati perjalanan pulang saya degan nyaman. Sempat ada pengamen datang sebelum bisnya berangkat. Awalnya saya tidak begitu ngeh ama yang nyanyi (la suarane jelek, lagune jelek, dan tidak begitu tampan..hehhe), tapi pas liat yang maen tabuhan saya jadi rada melek. Mas-mas yang maen tabuhan begitu manis dengan senyumnya yang lebar (tekim kayake butuh cowok tipe begituan biar ada kesejukan). Kulit agak putih dan wajahnya sangat tidak cocok untuk ukuran pengamen (mungkin jadi artis sinetron bisa tuh..). Tak lupa saya memberi pengamen tadi duit apalagi yang narikin duit mas-mas yang manis tadi..hahahahaha.. Adegan selanjutnya adalah saya bobok di bis.......... Zzzz... Zzz...


Pukul 20.00 lebih saya dan bapak saya sampai di Terminal Tidar. Mata saya sudah 5 watt, cacing-cacing di perut mulai merengek minta makan. Kami menuju tempat penitipan motor. Lalu perjalanan ke rumah dilewati dengan hawa yang amat sangat dingin. Dua minggu tak bersua Magelang ternyata masih sama seperti dulu. Adheeeemmm.... Kadang bikin perut mules juga. Sampai di rumah saya langsung cuci tangan terus langsung ambil nasi dan menyantap ayam goreng yang sudah ada (sebenarnya pengin kupat tahu, tapi katanya pak Larto tutup..huhuhu). Saya makan dengan amat rakusnya karena lapar. Setelah selesai makan saya langsung mandi. Aktivitas setelah mandi adalah langsung menghempaskan tubuh di kasur sambil mendengarkan lagu di kuping saya (ampe pagi lupa dimatiin lagi..hohohoho). Intinya malam itu saya sangat lelah..............


Well, ada beberapa hal yang bisa saya ambil dari perjalanan Semarang-Magelang tadi malam:
*ternyata pedangang asongan dan pangamen tak berhenti kerja ampe malam.. Meski menu yang ditawarkan dari pagi ampe malam sama (tahu asin, mizone, aqua dingin), meski lagu yang dinyanyiin dari pagi ampe malam sama; mereka tak pernah lelah bekerja. Wajah kucel mereka sebenarnya menunjukkan betapa lelah mereka. Namun mereka seolah tetap bersemangat kerja ampe malam
*perjalanan yang begitu melelahkan itu nampaknya sudah sangat biasa buat bapak saya. Aktivitas bapak saya setelah sampai di rumah: mandi, makan, baca koran (sempet-sempet e baca koran, saya saja langsung bobok). Saya baru sadar bapak saya kuat melakukan perjalanan seperti itu setiap hari... MY GREAT DADDY... Ayah juara satu di seluruh dunia deh,....
*saya ga mau lagi deh pulang sore-sore kayak gitu. Ga bisa ngebayangin kalo pulang sendiri.... Lelah ditanggung sendiri...
*saya benci ada kuliah Teknologi Separasi 3 jam 4 sore!!!!!!


Thanks for reading my story... hahahahahahaha
happy holiday all................

My Never Ending Story Part 4: -You wanna know about love?-

Akhir-akhir ini aku sering curhat dengan seorang kawan yang aku sebut dengan nama "pak pendeta". Bukan tanpa alasan aku menyebutnya seperti itu. Setidaknya belakangan ini dialah yang paling tahu masalah terbesarku. Dialah yang selalu mendengar (baca membaca via sms) segala umpatan dan misuh-misuhku minggu-minggu ini. Wajar pula kalau aku menganggapnya pemberi saran sangat yang baik. Meski dari luar terlihat begitu "biasa" dan sangat "tak bijaksana", namun ternyata aku menemukan sisi ke"pendetaan" pada dirinya. Bahkan tak kadang dia selalu menyelipkan ayat-ayat di Alkitab saat memberi advice padaku (bisa-bisanya dia hapal.. aku saja tidak hapal...). Setidaknya 2 minggu ini aku selalu misuh-misuh padanya. Biasanya aku mengawali sesi curhat dengan kata-kata: "gek turah pulsa ga??". Maka dengan begitu baiknya dia kemudian membalas segala curhatan gejeku hingga akhirnya aku puas dengan segala jawabannya.


Tadi malam aku memulai curhat dengan masalah "klasik" saya minggu ini. Dia bahkan tahu kalau aku akan bercerita tentang "a problem with my great man". Panjang lebar aku cerita, dia selalu menjawab dengan bijak (kadang aku berpikir mengapa bocah seumur dia bisa sebijak itu). Di akhir sesi curhat, aku memilih untuk melakukan apa yang dia sarankan (meski sampai detik ini pun tak membuahkan hasil..hiks..). Namun sebelum menyudahi sesi curhat malam itu, entah kenapa ujung-ujungnya kami malah bicara masalah pacar. Hingga kemudian aku menyadari bahwa kami adalah species yang "sejenis". Kami bukanlah orang yang suka mencari "cinta" namun "menanti". Kami sama-sama percaya kalau cinta itu akan datang dengan sendirinya, jadi tidak perlu dicari. Berawal dari obrolan geje di akhir seesi curhat itulah, kata-kata ini dibuat...



God gives a love for each person,
you're gonna miss it or not..
up to you
Love is a gift from God
Love is one thing that can make you feel everything
You can find a peace on love
You can find a happiness on love
But you can find a sadness too
Someday maybe you get a broken heart
But it's not the end of love..
Love = give without get
I just believe that a true love will come to me someday
I'm not gonna look for it,
because I've found it
Love is all we need :)





Tulisan ini aku dedikasikan untuk "pak pendeta" yang selalu bijak terhadap semua masalah-masalahku. Thanks for all your advices.. You're like my brother....



Jumat, 01 Oktober 2010

My Never Ending Story -Part 3: UNTITLED-

Lagi geje......
Bingung mo ngapain
Bingung mo nulis apa....
Bengong doang di rumah.....


Mo nyicil proposal males...
Mo belajar Scilab males....
Mo maem siang tapi masakan lagi dalam proses...
Mo bobok kok udah bosen....


Maka hanya sedikit kata ini yang tertuang,
sedikit ide yang terlintas
daripada kagak ditulis ntar ilang
mending ditulis sekarang walau geje





*Ketika kamu sering jatuh dalam hidupmu, maka dari situlah kamu belajar rasa sakit
*Ketika kamu merasa Tuhan terlalu sering memberi cobaan padamu, maka dari situlah kamu akan tahu betapa Dia ingin mengajarkanmu untuk menjadi orang yang lebih kuat
*Ketika Tuhan belum menjawab "ya" atas semua doamu, maka dari situlah kamu akan belajar untuk bersabar
*Ketika kamu merasa tak ada satu orang pun mau mendengar ceritamu, maka ingatlah Tuhan akan selalu ada untukmu
*Ketika kamu kesal tak ada satu orang pun menghargai jerih payahmu, maka dari situlah kamu belajar ikhlas
*Janganlah berharap semua orang bisa mengerti kamu sebelum kamu belajar untuk memahami orang lain
*Janganlah berduka ketika cintamu pada seseorang tak terbalaskan. Patah hati adalah hal biasa. Justru dari patah hati itulah kamu belajar apa arti sesungguhnya dari kasih: selalu memberi meski tak diberi
*Percayalah kalau setiap orang telah dibuatkan skenario hidup masing-masing oleh Tuhan. Jangan pernah iri melihat kondisi orang lain. God knows what the best for you more than you know..
*Jangan jadikan kegagalanmu sebagai musibahmu, namun buatlah kegagalanmu sebagai anugerah dari Tuhan agar kau bisa bangkit lagi. Remember: Tuhan tak akan membiarkan kamu jatuh sampai tergeletak
*Jangan pernah terbesit di pikiranmu kalau Tuhan begitu jahat kepadamu dengan memberimu berbagai cobaan yang mungkin sangat sulit kau lalui. Ada lagu berlirik: Tuhanmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti. Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu
*Last: ketika kamu merasa menjadi orang paling lemah di dunia, ingatlah bahwa justru melalui segala kekurangan dan kelemahanmulah Tuhan akan menunjukkan kebesaranNya kepada manusia. God made you so weak to show how much strong God is! (bener ga yo?? mbuh lah..hahaha)






Ternyata masakan untuk maem siang sudah siap...
Inilah ending dari tulisan ini
Maaf kalau geje luar biasa
Semoga berguna.....

....Antara Bus Patas AC dan Bus Ekonomi.......

Cerita berawal dari hari Minggu, 4 Juli 2010. Saya saat itu harus balik ke Semarang lantaran alasan yang tak bisa dibantahkan, yaitu mau ujian. Berangkat dari rumah sekitar jam sembilan an. Sampai di terminal sekitar jam sembilan lebih dikit. Saat itu saya diantar bapak saya dan saya agak emosi juga kenapa bisnya lama amat datangnya. Akhirnya sekitar jam setengah sepuluh dari nun jauh di sana kelihatan bis jurusan semarang akan lewat.
----namun setelah dilihat lebih jelas dengan kacamata baru saya (*pamer*), ternyata itu bukanlah bis yang biasa saya naiki (*baca: bus patas AC >>>mahal!!!!)-------

tapi entah kenapa bapak saya menyuruh saya naik bis itu aja dan memberi tambahan duit sepuluh ribu buat ongkos sesaat sebelum naik (*bapak saya baik banget....*). dan situlah segalanya berawal....


Saat pertama kali menjejakkan kaki di bis patas, ada feeling different di sana. Muka-muka penumpangnya pada eksklusif abis dengan hampir semua kuping mereka pake headset. Tak ada wajah bersahabat dan keliatan cuek (*pokoke saya benget!!!*). Lalu saya nyari-nyari tempat duduk dan akhirnya dapat di belakang sendiri.


Menit demi menit saya jalani kemudian saya ambil kesimpulan ga mau lagi naik bis patas AC >>> atis tenan, bikin kebelet pipis!!! tiba-tiba ada suara mengejutkan saya: turun mana mbak? lalu saya menoleh ke sebelah saya (*baru nyadar sebelah saya mas2..tapi enak aja manggil saya mbak. kayake tua dia deh*) dan menjawab seadanya: turun sukun, mas....


----lalu kemudian mas itu mulai ngoceh terus...tanya2 saya kuliah di mana, ambil apa, semester berapa, bla..bla..bla... hingga kemudian saya tahu kalo mas2 sebelah saya tuh ternyata wartawan (*saya ga tanya, dia aja yang kebanyakan ngoceh*). obrolan berlanjut hingga piala dunia dan ternyata kami sama-sama habis kecewa gara Argentina dikalahin Jerman. nah, mulai obrolan itu saya jadi rada semangat -------


----dan tiba-tiba ketika sudah mulai hilang bahan pembicaraan, mas tadi nawarin headset nya buat ndengerin lagu bareng (*busyet..ni mas sok akrab amat...tapi setelah dipikir-pikir ga ada salahnya juga*). ternyata lagu-lagune mas e ga jelek2 amat. seleranya grup band macam queen, scorpion, green day... saya nikmati sajalah-------


dua jam berlalu, kota Semarang telah menanti kedatangan saya. Saya turun duluan daripada mas e dan mengucapkan makasih buat headsetnya.


***lalu saya baru sadar dari tadi saya dan dia ngoceh tanpa tahu nama kami masing-masing...tapi saya anggap itu hal biasa...ga perlu kenal juga kan...cuma temen ngobrol 2 jam menuju Semarang***



Ternyata kisah berlanjut......

Kamis, 15 Juli 2010 (pas ultahnya Piyu Padi----happy birthday Piyu) saya memutuskan kembali ke kota asal saya, Magelang, setelah sehari sebelumnya ujian berakhir. Saya berangkat udah pagi banget namun apa yang saya dapat??? Bis ekonomi jurusan yogya kagak ada yang lewat. Justru patas Nusantara banyak yang lewat (*dan saya ga mau naik. alasan klasik: mahal plus atis).


Setelah lama menunggu akhirnya bis ekonomi datang juga. tapi entah kenapa saya naik bis yang benar-benar ekonomi --- sudah sangat tua dan suara mesinnya berisik minta ampun----


De javu.... ketika tiba-tiba ada suara mengagetkan saya lagi: eh jejer lagi... lalu saya menoleh dengan tampang rada bego dan bingung. suara sebelah saya berkata lagi: dulu kita pernah sebelahan naik patas (*sambil tersenyum sok akrab*). kemudian memori di otak ini mulai berputar kembali... dan akhirnya saya ingat juga siapa sebelah saya ini.. tak lain tak bukan ya mas yang di bis batas yang ga bisa berhenti ngoceh itu.


----kembali dia ngoceh sepanjang jalan... hingga akhirnya saya tahu siapa namanya (*dia duluan yang nyebut, saya si ga peduli namanya siapa*). dia ngajak ngomong hal-hal yang bermutu kayak film, novel, musik, bola. mungkin karena dia wartawan, jadi obrolannya ya bermutu. tiada tanda-tanda laki-laki genit pada dirinya. hanya emang suka ngoceh tuh orang, mungkin sebagai pelepas kejenuhan di perjalanan. saya bisa simpulkan: mas tadi orangnya baik dan sopan plus ramah----


Akhirnya saya sampai juga di kota Magelang tercinta setelah melewati perjalanan yang begitu lama karena ada kemacetan di daerah Banaran (gara-gara ada trailer njungkal). tak lupa sebelum turun saya pamitan ama mas itu. dan kata-kata terakhir muncul dari bibirnya: See you on the next our bus!! (*lagi-lagi sambil senyum*). dan saya hanya membalas dengan senyum meringis (*dalam hati bilang: sumpah ya ni orang pede banget!!!)



----finally...i don't understand what's the meaning of my story...saya merasa ini hanya kebetulan, walau ada yang ngotot juga bilang ini bukan kebetulan------

Kamis, 16 September 2010

PROSES PEMBUATAN PLASTIK DENGAN INJECTION MOLDING MACHINE

Setiap jenis dan material plastik memengaruhi proses pembuatan dan teknologi yang dipakai dalam pembuatan plastik. Misal untuk membuat part-part elektronik seperti casing handphone, gear pada printer, gelas plastik, dan benda sejenisnya digunakan mesin injection, untuk membentuk sol sepatu digunakan press rubber, sedangkan untuk membuat botol digunakan blow mold type injection. Kali ini kita akan lebih dalam mengenal proses pembuatan plastik melalui teknologi injection serta komponen-komponen yang ada pada injection machine.


Teknologi pembuatan plastik mulai dikembangkan pada tahun 1800-an. Kemudian pada tahun 1868 John Wesley Hyatt membuat billiard ball dengan menginjeksikan celluloid ke dalam mold. John dan Isaiah Hyatt mematenkan injection machine molding untuk pertama kalinya pada tahun 1872. Injection molding adalah metode pemrosesan material termoplastik yang mana material yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air kemudian material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari cetakan. Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) yang mana dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidrolik yang tertanam dalam rumah cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.


Secara garis besar pada injection machine terbagi menjadi 3 bagian:
1. Clamping Unit
Clamping unit berfungsi untuk memegang dan mengatur gerakan dari mold unit serta gerakan ejector saat melepas benda dari molding unit. Pada clamping unit lah kita bisa mengatur berapa panjang gerakan molding saat dibuka dan berapa panjang ejector harus bergerak. Ada 2 macam clamping unit yang dipakai pada umumnya, yaitu toggle clamp dan hidrolik clamp.
2. Molding Unit
Molding unit sebenarnya adalah bagian lain dari plastic injection machine. Molding unit adalah bagian yang membentuk benda yang dibuat, Secara garis besar molding unit memiliki 2 bagian utama yaitu bagian cavity dan core. Bagian cavity adalah bagian cetakan yang berhubungan dengan nozzle pada mesin, sedangkan bagian core adalah bagian yang berhubungan dengan ejector.
3. Injection Unit
Bagian-bagian dari injection unit adalah:
a. Motor dan transmission gear unit
Bagian ini berfungsi untuk menghasilkan daya yang digunakan untuk memutar screw pada barrel, sedangkan transmisi unit berfungsi untuk memindahkan daya dari putaran motor ke dalam screw. Selain itu transmission unit juga berfungsi untuk mengatur tenaga yang disalurkan sehingga tidak pembebanan yang terlalu besar.
b. Cylinder screw ram
Bagian ini berfungsi untuk mempermudah gerakan screw dengan menggunakan momen enersia sekaligus menjaga perputaran screw tetap konstan sehingga didapat dihasilkan kecepatan dan tekanan yang konstan saat proses injeksi plastik dilakukan.
c. Hopper
Hopper adalah tempat untuk menempatkan material plastik sebelum masuk ke barrel. Biasanya untuk menjaga kelembapan material plastik digunakan tempat penyimpanan khusus yang dapat mengatur kelembapan sebab apabila kandungan air terlalu besar pada udara, dapat menyebabkan hasil injeksi yang tidak bagus.
d. Barrel
Barrel merupakan tempat screw dan selubung yang menjaga aliran plastik ketika dipanasi oleh heater. Pada bagian ini juga terdapat heater untuk memanaskan plastik sebelum masuk ke nozzle.
e. Screw
Reciprocating screw berfungsi untuk mengalirkan plastik dari hopper ke nozzle. Ketika screw berputar material dari hopper akan tertarik mengisi screw yang selanjutnya dipanasi lalu didorong ke arah nozzle.
f. Non return valve
Valve ini berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar tidak kembali saat screw berhenti berputar.


Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Injection_molding
http://oke.or.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/plastik.pdf
http://smk3ae.wordpress.com/2009/01/11/proses-pembuatan-plastik-dengan-sistem-injeksi/



*artikel ini saya buat untuk rubrik Instrumen majalah Kinetika Edisi 35

MASTERAN ENZIM

BAB I
PENDAHULUAN


I.1.    Latar Belakang
    Enzim merupakan katalis yang berasal dari zat hidup yang mempunyai derajat dan efisiensi yang tinggi. Enzim dapat dimanfaatkan dalam proses industri, misalnya amilase yang digunakan untuk mengubah pati menjadi sakarin, papain yang berguna untuk melunakkan daging, dan sebagainya. Melihat manfaat enzim ini maka praktikum isolasi enzim perlu dilakukan.

II.2.    Tujuan Percobaan
1.     Mengisolasi enzim papain dari getah pepaya
2.    Menghitung aktivitas enzim papain
3.    Membandingkan aktivitas enzim papain sesuai variabel percobaan

II.3.    Manfaat Percobaan
    Manfaat dari percobaan isolasi enzim papain adalah mengetahui sifat-sifat enzim sehingga dapat menghasilkan kuantitas enzim yang baik dan produktif.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


II.1.     Pengertian Umum
    Enzim berasal dari kata en = in = dalam dan zim = yeast = khamir. Artinya dalam khamir yang maksudnya katalis dari zat hidup yang punya derajat efisiensi tinggi. Enzim merupakan sejenis protein kompleks yang unik dan merupakan bahan antara yang penting untuk metabolisme dan berbagai perubahan kimia dalam tubuh.

II.2.     Teori Enzim Papain
    Enzim papain banyak digunakan dalam pelunakan daging dan untuk menghaluskan gandum dalam pembuatan kue kering. Papain berasal dari tumbuhan hijau dan Carica papaya, kira-kira 3 tahun pohon ini tumbuh tinggi untuk menghasilkan latex. Latex digumpalkan dengan membuat goresan pada buah pada waktu pagi sekali ketika buah itu berisi cairan. Latex mengalir sampai habis dan membuat beku pada permukaannya.
    Pembentukan latex berjalan cepat dan segera menutupi buah seperti lilin dan itulah yang dikumpulkan. Secara sederhana dikeringkan oleh matahari, tetapi untuk hasil lebih baik pengeringan dilakukan dalam bejana. Latex beku dikumpulkan, dicairkan dengan cepat, disaring agar bebas dari serangga, dikeringkan dengan spray dryer. Latex kasar harus dikeringkan, saring dan dikeringkan lagi untuk mendapatkan papain yang sempurna sesuai digunakan pada makanan.
    Papain sangat aktif pada range pH 3-7. Untuk melunakkan daging pada pH 7. Papain merupakan enzim pelunak pilihan karena enzim ini dapat disuntikkan ke dalam untuk menimbulkan enzim sedalam 4 cm pada permukaan daging sehingga daging tetap lunak.

II.3.     Isolasi Enzim
    Untuk mengisolasi enzim papain dari getah pepaya dilakukan 3 proses pemisahan:
    Ekstraksi padat-cair
Merupakan salah satu metode pemisahan cair-padatan. Pada proses ini komponen yang tidak larut dipisahkan dari padatan dengan bantuan solvent. Ketika solvent dicampur dengan sampel, maka solvent akan melarutkan ekstrak dengan difusi sampai terjadi keseimbangan konsentrasi.
    Sentrifugasi
Merupakan cara memisahkan bagian seperti partikel dalam medan gaya sentrifugal partikel yang berukuran berbeda dalam berbagai ukuran. Densitas dan bentuk akan mengendap searah sentrifugal dengan kepentingan berbeda.
    Presipitasi
Banyak agent pemisah yang digunakan untuk mengendapkan protein seperti garam proteolitik, polimer, panas, pH, dan solvent organik.

II.4.     Imobilisasi Enzim
    Enzim tidak dapat mengalami perubahan reaksi kimia, maka enzim dapat digunakan berulang-ulang. Pada umumnya reaksi dan pemisahan enzim dari produk dengan menggunakan modifikasi pH, panas, atau kedua-duanya. Penggunaan cara seperti ini mengakibatkan enzim kehilangan sebagian besar aktivitas kataliknya, sehingga enzim dapat digunakan berulang-ulang. Agar dapat digunakan berulang-ulang pemisahan enzim dari produk harus dengan cara tertentu sehingga didapatkan enzim dalam bentuk terimobilisasi tanpa mengurangi aktivitas kataliknya.

II.5.     Mekanisme Kerja Enzim
    Enzim menyesuaikan diri di sekitar substrat untuk membentuk suatu kompleks enzim substrat
    Karena adanya gaya tarik antara enzim dan substrat, ikatan substrat menjadi tegang. Ikatan tegang ini mempunyai energi tinggi atau lebih mudah terpatahkan sehingga reaksi lebih mudah dan membentuk kompleks enzim-produk.
    Karena produk dan substrat tidak sama maka kesesuaian antara produk dan enzim tidak sempurna
    Bentuk produk menyebabkan kompleks berdisosiasi dan permukaan enzim siap untuk menerima substrat lain. Teori aktivitas enzim ini disebut teori kesesuaian terimbas (Induced-fit Theory)
E + S → ES → EP → E + P

II.6.     Sifat-Sifat Enzim
    Dalam jumlah kecil dapat mengkatalis substrat dalam jumlah besar
    Enzim bereaksi optimum pada 400C dan tekanan normal
    Reaksi enzimatis berlangsung pada pH netral
    Tidak dapat menghidrolisis disakarida dan polisakarida
    Umumnya dipakai koenzim
    Enzim biasanya merusak zat yang dapat mengurangi keaktifannya
    Biasanya diperlukan energi aktivasi

II.7.     Inhibitor Enzim
    Inhibitor Kompetitif
Inhibitor yang bersaing dengan susbstrat dengan cara meniru bentuk substrat sehingga dapat berikatan dengan sisi aktif enzim
    Inhibitor Non Kompetitif
Tidak bersaing dengan substrat tapi menempel pada bagian lain enzim sehingga bentuk enzim berubah

II.8     Faktor yang Mempengaruhi
    Konsentrasi substrat
    Pengaruh pH
    Konsentrasi enzim
    Temperatur
    Racun enzim

II.9.     Fungsi Reagen
    Getah buah papaya    : sumber enzim papain
    NaOH    : pengatur pH
    Garam    :    mengendapkan enzim, membentuk gugus mikro (dapat berupa NaCl atau (NH4)2SO4)
    Celite    :    memecah dinding sel pembungkus enzim
    Cystein HCl    :    mengikat protein, mengikat enzim sehingga bisa menembus kertas saring, melarutkan enzim yang telah diendapkan
    Kasein    :    penyedia protein untuk diendapkan
    Aquadest    :    melarutkan protein enzim
    Solvent    :    sebagai tenaga pemisah dalam ekstraksi cair padat untuk mandapatkan enzim dari getah (acetaon, formaldehid, etanol)

II.10.     Kegunaan Produk
    Sebagai pelunak daging
    Sebagai bahan antidingin pada pembuatan beer
    Sebagai pelunak kulit pada industri penyamakan kulit

II.11.    Penelitian Terdahulu
    Bahan
    Getah pepaya
    Cystein
    Aquadest
    NaOH
    H2SO4
    Larutan susu bubuk 12%
    Alat yang Digunakan
    Gelas ukur
    Beaker glass
    Magnetic stirrer
    Saringan vakum
    Centrifuge        Erlenmeyer
    Indikator pH
    Fermenter
    Kompor listrik dan water bath
    Oven




    Penetapan Variabel
    Variabel Tetap
    Sistem operasi    :    batch
    Berat getah papaya    :    50 gr
    Kepadatan pengadukan    :    3 digit
    Waktu operasi    :    15 menit
    Pengendapan enzim pepaya    :    aceton
    Pencucian enzim pepaya    :    aquades
    Variabel Berubah
    Volume cystein    :    700, 100, 125 ml
    Suhu Operasi    :    100C, 500C
    pH operasi    :    5, 7, 9
    Prosedur Percobaan
    Ekstraksi Enzim Papain
    Menyiapkan alat dan bahan percobaan
    Menimbang getah pepaya kering 50 gr
    Menambah solvent cystein dan volume dan mengatur pH campuran dengan menambah NaOH dan H2SO4
    Memindahkan campuran dalam beaker glass yang ditempatkan di atas magnetic stirrer. Atur kecepatan pengadukan dan panaskan campuran sampai suhu tertentu dan jaga agar suhu konstan, operasi selama 10 menit
    Memisahkan ekstrak dan residu dengan saringan vakum, buang ampasnya dan filtrat disimpan dalam beaker glass
    Setelah selesai didiamkan sampai dingin dan residu padatan mengendap disaring residu padatannya. Untuk residu yang masih tersuspensi dapat dipisahkan dengan sentrifugasi pada kecepatan 3500 rpm selama 15 menit. Saring endapan yang terbentuk ambil sumber natannya
    Dalam beaker glass, super natan dan aceton dengan perbandingan 1:1. Beaker glass ditutup dan disimpan dalam keadaan dingin selama 1 malam lalu sentrifugasi sehingga timbul endapan putih papain. Kemudian endapan tersebut dipisahkan dengan saringan racun dilengkapi dengan kertas saring Whatman
    Endapan papain yang diperoleh kemudian dioven
    Kristal putih papain yang dihasilkan ditimbang untuk ditentukan beratnya
    Analisa Aktivitas Proteolitik Enzim Papain
    Masukkan 1 gr sampel papain dalam labu takar 100 ml + a hingga tepat waktu
    Kocok lalu centrifuge untuk mendapatkan larutan papain, ukur densitas
    Simpan larutan susu bubuk (full cream) dengan kepekatan 1:pekat
    Ambil 10 ml larutan susu tempatkan pada Erlenmeyer 50 ml panaskan dalam water bath 40%
    Ambil sejumlah larutan enzim lalu dimasukkan ke dalam susu, suhu dijaga 400C hingga tepat terjadi gumpalan
    Waktu dicatat dengan teliti dengan stopwatch sejak saat penambahan papain ke dalam larutan susu tepat terjadi gumpalan
    Aktivitas proteolitik, catat protein dihitung dengan rumus
A = 1/(E.t)
A = aktivitas proteolitik
E = berat sample yang diuji
t = waktu yang diperlukan terjadinya penggumpalan susu

Besarnya aktivitas dinyatakan dalam MCU/gr, sebagai hasil dikali 1000
(Reff: Anang Yudi dan Nurhadi, “Isolasi Enzim Papain Getah Pepaya dengan Metode Ekstrak Cair-Cair)
       

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN


III.1.    Bahan dan Alat
    Bahan
    Getah buah pepaya    @ 4 gr
    (NH4)2SO4        3 gr
    Etanol            17 ml
    Celite            @ 2,5 gr
    Cystein            @ 2 gr
    Aquadest            @ 15 ml
    NaOH
    Alat
    Erlenmeyer
    Beaker glass
    Sentrifuge
    Mortar
    Indicator pH
    Kertas saring
    Pengaduk strirer dan pemanas
    Gelas ukur
III.2.    Gambar Alat
    
            (2)     (3)  (4)     (5)
Gambar III.2.1. Gambar Alat
Keterangan:
    Erlenmeyer
    Beaker glass
    Gelas ukur
    Pengaduk
    Kertas saring
III.3.    Variabel Percobaan
Getah pepaya @ 40 gr
Getah pepaya+2,5 gr celite+2 gr cystein+17 ml etanol+15 ml aquadest
Variabel I     pH tidak diatur
Variabel II    pH 7
Variabel III    pH 9
Reaksi Enzimatis
Larutan susu 16% W basis 100 ml
T pencampuran: 400C, 500C, 600C
Susu : enzim = 1:8

III.4.    Cara Kerja
    Isolasi Enzim
    Haluskan getah pepaya dengan mortar, setelah halus timbang 40 gr masukkan dalam beaker glass
    Tambahkan ke dalam beaker glass tersebut 2,5 gr celite; 2 gr cystein; 17 ml etanol; 15 ml aquadest. Lalu atur pHnya
    Aduk dengan magnetic stirrer salama 15 menit pada 300C
    Saring dengan kertas saring sehingga didapat filtrat I dan endapan I. Buang endapannya
    Pada filtrat I tambahkan (NH4)2SO4 3 gr sebagai tenaga pengendap
    Masukkan pada cuvet lalu disentrifugasi selama 20 menit dengan kecepatan 200 rpm
    Saring hasil sentrifugasi sehingga didapatkan endapan II dan filtrat II
    Keringkan dan timbang endapan II (misalnya a gr) simpan endapan II
    Tambahkan 3 gr (NH4)2SO4 pada filtrat II lalu simpan 1 malam dalam lemari es
    Saring filtrat II dengan kertas saring sehingga didapat filtrat III dan endapan III
    Keringkan dan timbang endapan III (misalnya b gr)
    Ambil endapan II campurkan dengan endapan III, jika jumlah endapan II dan III lebih dari 1 gr, ambil 1 gr endapan tersebut larutkan dalam air sampai 10 ml (larutan ini adalah enzim)
    Jika a + b kurang dari 1 gr, ambil filtrat III encerkan sampai 10 ml (larutan ini adalah enzim)
    Reaksi Enzimatis
    Buat larutan susu 16% W
    Ambil 1 ml larutan enzim dan 8 ml larutan susu
    Panaskan kedua larutan tersebut sampai suhu sesuai variabel (400C, 500C, 600C)
    Setelah mencapai suhu tersebut tuangkan larutan enzim ke dalam larutan susu
    Catat waktu sampai terjadi penggumpalan pertama

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


IV.1.    Hasil Percobaan
    Tabel IV.1.1. Variabel I, pH tidak diatur (pH = 3)
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    4    1333,3
50    5    1066,7
60    9    592,59

    Tabel IV.1.2. Variabel II, pH = 7
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    8    666,7
50    10    533,3
60    15    355,5

    Tabel IV.1.3. Variabel III, pH = 9
Suhu (oC)    Waktu (detik)    Aktivitas Enzim (MCU/mg)
40    35    152,38
50    47    113,4
60    56    95,2









IV.2.    Pembahasan
    Grafik Hubungan Suhu vs Aktivitas Enzim

Gambar IV.2.1. Grafik Hubungan Suhu vs Aktivitas Enzim
    Dari grafik terlihat bahwa semakin tinggi suhu aktivitas enzim semakin kecil. Hal disebabkan oleh sifat enzim yang peka terhadap suhu. Enzim sebagai protein akan mengalami denaturasi jika suhu dinaikkan, akibatnya daya kerja enzim akan menurun. Denaturasi adalah terurainya protein menajdi struktur primernya atau rusaknya sifat fisik dan fisiologik protein akibat pemanasan atau penambahan asam kuat. Energi panas mengakibatkan terputusnya ikatan non-kovalen protein. Hingga suhu 450C aktivitas enzim masih terus meningkat. Tapi lebih dari 450C akan terjadi denaturasi sehingga aktivitas enzim menurun. Menjelang suhu 550C fungsi katalitik enzim punah. Suhu optimum terjadi pada 300C-450C, maka pada suhu ini efek yang terlihat adalah peningkatan aktivitas enzim.
    Pada suhu 400C, enzim masih dalam range suhu optimum. Oleh sebab itu aktivitas enzim pada suhu tersebut paling tinggi. Pada suhu 500C enzim berada pada range suhu tidak optimum. Pada suhu tidak optimum tersebut enzim mengalami denaturasi sehingga aktivitas enzimnya menurun. Demikian juga pada suhu 600C memiliki energi aktivasi paling rendah karena berada pada suhu tidak optimum sehingga mengalami denaturasi.
(Diktat Dasar-Dasar Bioproses hal.99-100)
    Pengaruh pH terhadap Aktivitas Enzim
    Enzim merupakan protein dan protein akan bekerja optimum pada pH 5-7. Enzim papain juga akan bekerja optimum pada pH 5-7. Jika terlalu asam maupun basa enzim akan mengalami denaturasi. Denaturasi adalah terurainya protein menjadi struktur primernya atau rusaknya sifat fisik dan fisiologik protein akibat pemanasan atau penambahan asam kuat.
(Diktat Dasar-Dasar Bioproses hal.99-100)
   

BAB V
PENUTUP


V.1.    Kesimpulan
1.    Pada variabel I, II, III grafik terlihat menurun karena adanya peningkatan suhu yang mengakibatkan denaturasi
2.     pH berpengaruh pada naik turunnya aktivitas enzim

V.2.    Saran
1. Pengambilan getah dilakukan dini hari karena buah pepaya banyak mengandung cairan
2. Harus cermat dalam pengaturan pH


DAFTAR PUSTAKA


Diktat Dasar-Dasar Bioproses
Nurhadi dan Anang Yudi,  Isolasi Enzim Papain Getah Pepaya dengan Metode Ekstrak Cair-Cair
Tim Dosen Pemimbing, Buku Petunjuk Praktiukum Mikrobiologi Industri, Jurusan Teknik Kimia, Semarang, 2002
www.kumpulblogger.com
www.chemistrystation.blogspot.com


*masteran ini sangat bermanfaat buat yang ngrasa praktikum enzimnya menemukan fenomena yang terjadi aneh..hahahaha >>> kelompok saya fenomenanya aneh soalnya :)

My Never Ending Story -Part 2: PRAKTIKUM-

Aku tertarik untuk berbagi cerita tentang praktikum sebelum aku berkisah tentang hal lain. Di tekim undip ada 5 praktikum yang wajib diikuti para mahasiswa. Semester pertama kami mengikuti Praktikum Dasar Teknik Kimia I, kemudian semester selanjutnya secara berurutan akan mengikuti Praktikum Dasar Teknik Kimia II, Praktikum Mikrobiologi Industri, Praktikum Proses Kimia, dan yang terakhir Praktikum Operasi Teknik Kimia. Di luar 5 partikum tadi sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Praktikum Komputasi Proses. Sejauh ini aku baru mengikuti 4 praktikum dan akan menjalani 2 praktikum di semester 5 ini. Dua tahun berurusan dengan praktikum tentu banyak kajadian yang aku alami. Kebanyakan lebih sering membawa emosi, namun tak dipungkiri banyak kisah lucu terselip di sana..




Praktikum Dasar Teknik Kimia I
Kami biasa menyebutnya PDTK I. Inilah awal di mana kami masuk dunia praktikum. Aku masih ingat betapa culunnya aku (dan mungkin beberapa temanku) saat tahu betapa mengerikannya peraturan yang dibacakan para asslab (asisten laboratorium). Tidak boleh inilah, tidak boleh itulah, kalau salah dapat poin lah, laporan harus ACC 2 minggu lah, dan masih banyak lagi. Dari luar memang terlihat sangat mengerikan, namun dalam prakteknya ternyata tidak berat-berat amat. Di PDTK I ini aku mendapat kelompok yang lumayan "membahagiakan". Ada Mirza yang pintar, ada Pongki yang sangat rajin, dan ada Noor yang selalu tertawa. Aku tak selalu membuat laporan di kelompok ini. Aku dan Mirza biasanya bergantian membuat laporan (walau ujung-ujungnya finishing touch nya adalah Mirza hehehe). Pongki itu sangat rajin dalam segala hal termasuk dalam mencicil laporan (bahkan aku kalah dari dia). Dia juga orangnya teramat baik untuk kategori laki-laki (bayangkan laporan resmi dia semua yang ketik...). Sedangkan Noor adalah pelipur lara saat kami mulai jenuh dengan praktikum. Saat laporan menumpuk dan belum ACC, maka dia pula lah yang bisa membuat kami tertawa. Noor bersama Pongki biasanya senang kalau dimintai tolong mengumpulkan laporan ke kost asslab (terutama saat materi Redoks). Finally, aku bahagia bisa sekelompok dengan orang-orang hebat macam mereka. Tambah bahagia waktu di KHS nilai yang keluar adalah A (satu-satunya nilai A untuk praktikum selama hidup  di tekim).

Praktikum Dasar Teknik Kimia II
Inilah praktikum yang paling menjemukan menurutku. Mengapa menjemukan? Karena untuk pertama kalinya lah aku harus merasakan praktikum berjam-jam (sampai Maghrib pun pernah). Wajar aku merasa seperti itu karena selama di PDTK II paling banter praktikum ya cuma 2 jam. Selain itu di praktikum ini pula lah untuk pertama kalinya kami harus mencari sample sendiri untuk praktikum (kalau sample nya murah fine-fine aja, tapi kalau harus beli keju, sunlight, ampe weapol kok rasanya sayang banget tuh uang...). Di PDTK II ini aku satu kelompok dengan Isna dan Ridwan. Speechless kalau ngomongin kelompokku. Jujur saja di kelompok ini aku sangat santai menjalani praktikum. Laporan hampir semua  diurus Isna (aku cuma membuat laporan sekali, materi Viskositas dan Tegangan Muka) dan aku tinggal menyalin saja. Dua teman kelompokku ini adalah aktivis yang sangat aktif. Maka jangan heran kalau kami jarang duduk bersama untuk menyelesaikan laporan. Padahal di PDTK I dulu sepertinya aku sering sekali kumpul dengan kelompokku untuk membuat laporan. Sebenarnya tak banyak kesan di praktikum ini. Hambar saja rasanya. Hal yang menarik paling cuma karena di PDTK II ini kelompokku jarang panen poin jika dibandingkan kelompok lain (poin kami cuma 25. Mungkin terendah di antara anak-anak lain..hehhehee). Nilai yang keluar di KHS adalah B (biasa aja....)

Praktikum Mikrobiologi Industri

Kalau mau tahu praktikum apa yang paling santai (saking santainya bisa mengobrol, bisa manipulasi data, bisa ketawa-ketiwi), tentu saja jawabannya adalah praktikum mikrobiologi industri. Di sinilah segala dosa banyak aku perbuat. Mulai dari tidak pernah sterilisasi alat sebelum praktikum (cuma sekali itu pun praktikum yang pertama), manipulasi data, sampai salah prosedur. Di praktikum ini aku mendapat partner Agnes dan Machmud. Agnes orangnya rajin dan enak buat diajak kerja bareng. Sementara Machmud adalah orang yang sibuk luar biasa sampai-sampai sulit kalau dihubungi. Meski banyak tawa di praktikum ini, tak jarang pula aku dan Agnes sering dibuat kesal oleh Machmud. Mulai dari lama menyalin laporan lah, sering datang telat lah, dan yang paling parah adalah ketika membohongi kami saat dia kami tugaskan membawa santan (untuk praktikum minyak). Kejadian itulah yang menjadi puncak kesebelan kami pada Machmud. Namun di balik semua sifat Machmud yang begitu menyebalkan, harus diakui dia lah penyokong dana kami. Kalau urusan uang, serahkan saja pada Machmud. Juga kalau urusan mengumpulkan laporan ke kost asslab, serahkan saja pada Machmud. Secara keseluruhan aku merasakan kegembiraan tiada tara di praktikum ini (meski kadang harus setiap hari praktikum lanjutan). Sedih, suka, duka, pokoknya semuanya ada di sini. Makin tambah gembira karena salah satu partnerku kini menjadi asslab mirobiologi industri (tentu saja Agnes... bukan Machmud). Kali ini aku mendapat nilai B lagi untuk praktikum ini.

Praktikum Proses Kimia
Well, di sini lah aku merasa sangat bodoh menjadi seorang mahasiswa tekim. Inilah praktikum yang lebih banyak mubeng nya daripada mudeng nya. Tantangan terbesar adalah ketika membuat lapoan susah mencari referensinya (masak mau ditulis di laporan referensi nya masteran??) dan paling geje pembahasannya. Di praktikum ini aku sekelompok dengan Septi yang rajin, Santi yang moody dan kadang malas, dan Qmew yang tukang kentut. Watak dan sifat mereka berbeda-beda. Septi tentu mampu dijadikan teladan yang baik karena begitu rajin (saking rajinnya kadang bedanag semalaman buat bikin laporan). Santi itu orangnya baik dan sangat suka ngaca. Kelemahan dia yang paling menonjol adalah dia sering malas menyalin laporan, saking malasnya hingga kadang begitu lama sekaliiii. Tapi dia sangat berjasa dalam humas alias hubungan dengan asslab. Dia juga sering meneriaki kata "semangat" untuk kami (sebenarnya sih Septi lebih sering bilang "semangat, teman!!!). Qmew termasuk golongan laki-laki yang sedikit membuat masalah. Dia tipe cowok yang cepat dalam urusan menyalin laporan. Dia juga baik hati sekali mau menumpuk laporan di kost asslab meski tengah malam mencekam sekali pun. Di praktikum ini kami dapat jatah giliran untuk membuat laporan, jadi semua pernah merasakan enaknya menyalin laporan. Di praktikum ini lah aku merasa beban membuat laporan menjadi lebih ringan. Kalau jatahku yang membuat laporan ujung-ujungnya kalau bingung aku serahkan sepenuhnya pada Septi..hihihihihi... Yang membuat menarik di praktikum ini adalah ketika untuk pertama kalinya aku mendapat nilai C untuk praktikum (Oh God, I can't belive it..). Awalnya semapt ada sebal (kalau saja nilainya B IP ku jadi 3..) campur malu. Tapi setelah tahu banyak juga yang dapat C, rasanya dunia seakan membelaku...hahahahaha.. Ga jadi malu deh, yang ada malah seneng soalnya temennya banyak...Wakakakakakakak

This is the end of this part. Just wait for the next part or wait for the next my experience in laboratory. Let me tell about Praktikum Kompros and OTK someday.....



*maaf jika ada penulisan yang salah atau kurang berkenan. I just wanna tell the truth :)

Rabu, 15 September 2010

UEFA Champions League

UEFA Champions League merupakan salah satu ajang paling bergengsi sekaligus menduduki kasta paling tinggi dalam persepakbolaan Eropa. Di sana lah kita akan melihat pertarungan tim-tim elite dari  Eropa. Tak heran jika tiap tim-tim domestik akan berjuan mati-matian untuk bisa lolos otomatis ke Liga Champions. Beberapa tim langganan yang selalu ikut Liga Champions antara lain Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, Juventus, Manchaster United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Bayern Muenchen. Lalu apa yang membuat Liga Champions sangat diminati? Berikut data dan faktanya.


Sejarah
Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears", dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.


Format Baru
Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk "tandang-kandang" seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.
 
 
Kualifikasi
Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.


Daftar Juara UEFA Champions League
1955/1956 – Real Madrid (Spanyol)
1956/1957 – Real Madrid
1957/1958 – Real Madrid
1958/1959 – Real Madrid
1959/1960 – Real Madrid
1960/1961 – Benfica (Portugal)
1961/1962 – Benfica
1962/1963 – AC Milan (Italia)
1963/1964 – FC Internazionale (Italia)
1964/1965 – FC Internazionale
1965/1966 – Real Madrid
1966/1967 – Glasgow Celtic (Skotlandia)
1967/1968 – Manchester United (Inggris)
1968/1969 – AC Milan
1969/1970 – Feyenoord Rotterdam (Belanda)
1970/1971 – Ajax Amsterdam (Belanda0
1971/1972 – Ajax Amsterdam
1972/1973 – Ajax Amsterdam
1973/1974 – Bayern Munchen (Jerman Barat)
1974/1975 – Bayern Munchen
1975/1976 – Bayern Munchen
1976/1977 – Liverpool (Inggris)
1977/1978 – Liverpool
1978/1979 – Nottingham Forest (Inggris)
1979/1980 – Nottingham Forest
1980/1981 – Liverpool
1981/1982 – Aston Villa (Inggris)
1982/1983 – Hamburg SV (Jerman Barat)
1983/1984 – Liverpool
1984/1985 – Juventus (Italia)
1985/1986 – Steaua Bucuresti (Rumania)
1986/1987 – FC Porto (Portugal)
1987/1988 – PSV Eindhoven (Belanda)
1988/1989 – AC Milan
1989/1990 – AC Milan
1990/1991 – Red Star Belgrade (Yugoslavia)
1991/1992 – Barcelona (Spanyol)
1992/1993 – Olympique Marseille (Prancis)
1993/1994 – AC Milan
1994/1995 – Ajax Amsterdam
1995/1996 – Juventus
1996/1997 – Borussia Dortmund (Jerman)
1997/1998 – Real Madrid
1998/1999 – Manchester United
1999/2000 – Real Madrid
2000/2001 – Bayern Munchen (Jerman)
2001/2002 – Real Madrid
2002/2003 – AC Milan
2003/2004 – FC Porto
2004/2005 – Liverpool
2005/2006 – Barcelona
2006/2007 – AC Milan
2007/2008 – Manchester United
2008/2009 – Barcelona
2009/2010 – FC Internazionale

Liverpool saat berhasil meraih trofi Liga Champions tahun 2004/2005



Real Madrid saat menjuarai Liga Champions 2001/2002





AC Milan berhasil merebut trofi pada musin 2006/2007

Hasil Drawing UEFA Champions League 2010/2011

Grup A
                               Grup B
Inter                                     Olympique Lyonnais
Werder Bremen                    Benfica
Tottenham Hotspur               Schalke
Twente                                 Hapoel Tel-Aviv
Grup C                                 Grup D
Manchester United                Barcelona
Valencia                                Panathinaikos
Rangers                                FC Copenhagen
Bursaspor                             Rubin Kazan
Grup E                                 Grup F
Bayern Munich                     Chelsea
Roma                                   Marseille
Basel                                    Spartak Moskwa
CFR Cluj                             MSK Zilina
Grup G 
                               Grup H
AC Milan                            Arsenal
Real Madrid                        Shakhtar Donetsk
Ajax                                   Sporting Braga
Auxerre                              Partizan

Selasa, 14 September 2010

My Never Ending Story - Part 1 PROLOG-

Teknik Kimia. Bukan sembarang orang bisa masuk ke sana (katanya). Aku kuliah di teknik kimia Undip (dan sebenarnya aku tidak merasa pintar untuk bisa masuk sana). Dua tahun sudah aku lalui suka duka di tekim. Mulai dari euforia awal semangat kuliah, masa-masa mulai merasa jenuh, dilanjutkan masa-masa menjadi mahasiswa bodoh, hingga kadang aku merasa ingin keluar dari tekim. Mungkin masuk tekim merupakan kesalahan besar selama aku hidup. Sebuah kesalahan yang suatu saat nanti tak ingin aku ulangi untuk anak-cucu kelak.

Awalnya aku pikir tekim itu hanyalah melulu kimia. Namun ternyata aku salah besar. Di tekim ini lah aku menemui matematika, fisika, kimia, dan biologi. Komplit sudah penderitaan sebagai mahasiswa jika harus bertemu 4 sekawan ini. Kepalaku kadang bisa puyeng sendiri melihat angka-angka. Otak serasa mau pecah saat tak bisa memahami Matematika Teknik Kimia. Mulut bisa berbusa saat menghapal Mikrobiologi Industri. Tekim itu sangat kompleks. Dosenku sering bilang kalau tekim itu termasuk Universal Engineering. Katanya prospek kerja tekim sangatlah luas (saking luasnya, lulusan tekim mungkin bingung mau kerja di mana) dan bisa diterima di mana-mana. Aku tak mengamini mentah-mentan statement tadi. Prospek kerja luas tanpa didukung skill cukup tentu sama saja dengan omong kosong. Bahkan IPK cumlaude hanya sekadar tiket masuk sebuah perusahaan. Masalahnya, kebanyakan mahasiswa tekim di kampusku begitu mengagungkan IPK. Apa pun dilakukan demi mendapat IPK bagus. Well, itukah tujuan kita kuliah?? Banyak yang harus aku ceritakan. Segalanya akan aku mulai dari sini..

Sebagai permulaan aku hanya ingin berkisah tentang tekim undip secara garis besar. Tekim Undip bukanlah kampus yang "bagus-bagus" amat. Gedungnya biasa saja, fasilitas tak begitu lengkap, bahkan kantin "yang layak" pun tak ada. Mungkin aku terlihat seperti mencaci kampusku sendiri. Tapi memang itulah kenyataannya (kesal rasanya jika aku ingat bapakku harus mengeluarkan uang hampir 20 juta rupiah untuk masuk tekim undip, namun setelah melihat kondisi tekim undip aku kecewa bukan main). Dosen-dosen di tekim undip kebanyakan sudah S2 (bahkan lebih) dan cukup lihai dalam mengajar. Kadang ada dosen yang sangat pintar namun sangat lemah dalam berkata-kata sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang hanya bengong saat beliau mengajar. Ada juga dosen yang hanya masuk kelas beberapa menit saja (dosen seperti inilah yang jadi favorit para mahasiswa). Ada dosen yang pelit amat jika bicara soal nilai, ada dosen yang murah nilai, ada dosen yang galak, dan masih banyak tipe dosen yang lain. Ragam tipe dosen maka ragam pula tipe mahasiswanya. Ada mahasiswa yang gemar sekali organisasi (biasanya yang banyak omong saat di kelas), ada pula yang sangat serius dalam kuliah sehingga jarang ikut acara-acara kampus, ada yang begitu cuek pada kuliah dan lebih memilih banyak bermain selama kuliah, ada yang separo organisasi separo kuliah, ada yang ambisius jadi fungsionaris sebuah organisasi, ada yang cukup menjadi anggota saja. Well, meski kami memiliki banyak karakter, namun kami hampir sama dalam hal impian: lulus dengan nilai baik kemudian dapat pekerjaan yang sesuai bidang kami.

Cukup sekian untuk bagian ini. Aku hanya ingin memberi gambaran awal tentang tekim. Selanjutnya kalian bisa melihat ada apa saja di tekim (mulai dari mata kuliah hingga kegiatan yang ada di sana), kalian akan melihat lelahnya praktikum, lelahnya membuat laporan, kalian akan aku tunjukkan seberapa kompak angkatanku, seberapa jenuhnya aku di tekim.. Bahkan kalau kalian juga bisa tahu segala mimpi-mimpi gilaku selama di tekim. It's all about me, my life, my story, and my dreams
...